JEPARA – Sosok Ratu Kalinyamat saat ini telah diakui keberadaannya. Bukan sekadar mitos.
Sudah ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada 10 November lalu.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara gantian bertekad menelusuri jejak sejarah tokoh perempuan lain.
Yaitu terkait keberadaan Ratu Shima.
Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta mengatakan, Ratu Shima diduga ratu Kerajaan Kalingga yang diduga berlokasi di wilayah Kecamatan Keling, Jepara.
Ia diprediksi menjadi penguasa kerajaan tersebut, sekitar abad ke-6 masehi.
”Kami berharap, ke depan bisa kami cari lagi (sejarah Ratu Shima),” ungkap Edy.
Menurutnya, sosok Ratu Shima memang tak lepas dari sejarah perkembangan Kota Ukir.
Sebab, sosoknya pernah memimpin wilayah Jepara yang tergabung dalam Kerajaan Kalingga pada abad ke-5 masehi.
”Tentunya ini lebih dalam lagi. Lebih jauh lagi dibanding Ratu Kalinyamat. Kalau Beliau (Ratu Kalinyamat, Red) kan pada abad ke-16 masehi,” terang Edy Supriyanta.
Meski berkuasa pada abad ke-16, sejarah peradaban Ratu Kalinyamat cukup sulit ditemui di Indonesia.
Tim peneliti yang berperan untuk membuktikan keberadaan Ratu Kalinyamat bahwa bukan sekadar mitos.
Hal ini sebagai upaya mengusulkan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional pun harus mencari ke luar negeri.
Tepatnya hingga ke Portugal.
Di Portugal, para peneliti menemukan delapan catatan yang menceritakaan kisah terkait sosok pemberani yang menguasi wilayah Jepara itu.
Catatan tersebut, ditulis oleh para misionaris asal Portugis. (rom)
Editor : Ali Mustofa