Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Ruwatan Massal Muharam Warisan Sunan Kalijaga Kembali Digelar, Diikuti Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah

uinbroadcasting • Senin, 13 Juli 2026 | 12:09 WIB
Pagelaran Wayang, Ruwatan Muharram Demak 2026
Pagelaran Wayang, Ruwatan Muharram Demak 2026

RADAR KUDUS - Tradisi Ruwatan Massal Muharam kembali digelar di Pendopo Ageng Notobratan, Kadilangu, Kabupaten Demak, Minggu (12/7/2026).

Kegiatan yang menjadi warisan budaya Kanjeng Sunan Kalijaga ini diikuti sebanyak 475 sukerto atau peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Mulai dari Demak, Kudus, Grobogan, Pati, Blora, Kediri, Tangerang, hingga luar Pulau Jawa.

Ruwatan Massal Muharam merupakan tradisi yang rutin diselenggarakan setiap bulan Muharam dan Rajab oleh ahli waris Kanjeng Sunan Kalijaga.

Tradisi ini merupakan salah satu usaha masyarakat Jawa dalam meminta keselamatan, keberkahan, dan perlindungan dari Allah SWT, serta melestarikan budaya yang telah diwariskan sepanjang generasi.

Rangkaian acara diawali dengan pagelaran wayang kulit yang menjadi ciri khas pelaksanaan ruwatan di Kadilangu.

Wayang tidak hanya dipentaskan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media dakwah dan penyampaian nilai-nilai kehidupan sebagaimana yang diajarkan Sunan Kalijaga.

Setelah pagelaran wayang, setelah pagelaran wayang sukerto di minta untuk berdo'a sesuai kenginginan dan keyakinanya masing- masing.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan sungkeman kepada orang tua atau keluarga sebagai simbol penghormatan, bakti, dan permohonan do'a restu.

Setelah itu, peserta menjalani siraman sebagai lambang penyucian diri lahir dan batin.

Rangkaian ruwatan ditutup dengan pemotongan rambut dan kuku yang dimaknai sebagai simbol membuang sifat-sifat buruk, kesialan, maupun beban hidup.

Sekaligus menjadi harapan untuk memulai kehidupan yang lebih baik.

Pemotongan Rambut Dan Kuku
Proses Pemotongan Rambut Dan Kuku

Tahun ini, sebanyak 475 sukerto mengikuti prosesi ruwatan. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa tradisi tersebut masih dipercaya dan terus diminati masyarakat.

Selain mengikuti prosesi adat, para Sukerto juga berharap memperoleh ketenangan batin serta kelancaran dalam berbagai urusan kehidupan.

Ruwatan Massal Muharam tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian budaya Jawa. 

Baca Juga: Ruwatan Suro di Blora, Merawat Tradisi Perkuat Harmoni

Tradisi ini dijaga oleh ahli waris Kanjeng Sunan Kalijaga sebagai penghormatan terhadap warisan leluhur yang memadukan nilai budaya dengan ajaran Islam.

Di sisi lain, kegiatan ini turut menjadi daya tarik wisata religi dan budaya di Kabupaten Demak.

Setiap penyelenggaraan ruwatan selalu menarik perhatian masyarakat maupun peziarah yang datang ke kawasan Kadilangu.

Kehadiran mereka memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar, terutama pelaku usaha kecil dan pedagang.

Melalui pelaksanaan Ruwatan Massal Muharam, nilai-nilai sejarah, spiritual, dan kearifan lokal diharapkan tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di tengah masyarakat dan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten Demak.(Sakdiyah)

Editor : Ali Mustofa
Ruwatan suro Warisan Sunan Kalijaga Ruwatan Muharram Demak 2026