Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ruwatan Suro di Blora, Merawat Tradisi Perkuat Harmoni

A
Penulis: Ali Mustofa❯
A. Mahbub Djunaidi
A. Mahbub Djunaidi

Advertisement

Oleh : A. Mahbub Djunaidi, Pensiunan ASN Kab. Blora

 

Bulan Muharram dalam kalender Hijriah atau yang lebih dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro memiliki makna yang sangat istimewa bagi masyarakat Blora. 

Advertisement

Bukan sekadar pergantian tahun, Suro dipandang sebagai momentum untuk melakukan introspeksi, memanjatkan doa, memohon keselamatan, serta menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Tradisi Suronan telah berlangsung turun-temurun di berbagai desa di Blora. Bentuknya beragam, mulai dari doa bersama, tahlil, pengajian, sedekah bumi, kirab budaya, hingga pagelaran wayang kulit, lamporan, dan prosesi ruwatan.

Bagi masyarakat Jawa, ruwatan dimaknai sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari marabahaya, musibah, dan berbagai kesulitan hidup.

Advertisement

Tradisi ini juga menjadi simbol penyucian diri sekaligus harapan memasuki tahun baru Hijriah dengan semangat baru.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi tersebut tetap lestari. Salah satu contohnya terlihat pada penyelenggaraan Ruwatan dannSironan DPRS Kab. Blora 2–4 Juli 2026.

Kegiatan tersebut memadukan unsur religius dan budaya melalui manaqiban, khataman Al-Qur'an, prosesi ruwatan, hingga pagelaran wayang kulit yang terbuka untuk masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan pementasan wayang kulit lakon Sesaji Rajasuya oleh dalang asli Blora, Ki Nuryanto, yang disaksikan ribuan warga di halaman Gedung DPRD Kabupaten Blora.

Advertisement

Artikel Terkait

828 Anak Yatim dan Piatu di Jepara Terima Santunan Muharram, Pemkab Siapkan Program Khitan Gratis

828 Anak Yatim dan Piatu di Jepara Terima Santunan Muharram, Pemkab Siapkan Program Khitan Gratis

Melalui program santunan yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jepara bersama Pemerintah Kabupaten Jepara, sebanyak 828 anak yatama menerima bantuan.

Muharram Bukan Sekadar Tahun Baru, Ini 5 Hal yang Sebaiknya Dihindari agar Tak Kehilangan Keberkahannya

Muharram Bukan Sekadar Tahun Baru, Ini 5 Hal yang Sebaiknya Dihindari agar Tak Kehilangan Keberkahannya

Muharram bukan hanya waktu memperbanyak ibadah, tetapi juga meninggalkan kebiasaan buruk. Hindari lima hal ini agar tidak kehilangan keberkahan di bulan mulia pembuka Tahun Baru Islam.

Sedekah Bumi Merawat Tradisi  Perkokoh Jati Diri

Sedekah Bumi Merawat Tradisi  Perkokoh Jati Diri

Di tengah berbagai kegiatan yang lazim mengiringi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat Blora diajak kembali menengok sesuatu yang jauh lebih tua daripada usia republik: tradisi Sedekah Bumi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer