RADAR KUDUS – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (6/1) pagi.
Sebuah minibus Toyota Hiace yang membawa rombongan guru asal Jakarta menabrak bagian belakang truk crane.
Insiden tersebut mengakibatkan satu orang guru yang diketahui menjabat sebagai kepala sekolah meninggal dunia.
Peristiwa kecelakaan itu sempat viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @portalsemarang.
Dalam video yang beredar, tampak bagian depan minibus mengalami kerusakan parah akibat benturan keras.
“Terjadi kecelakaan mobil di Jalan Tol Ungaran sekitar pukul 05.20 WIB dengan kondisi kendaraan rusak berat di bagian depan,” tulis akun tersebut, Selasa (6/1/2026).
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kecelakaan berlangsung di Tol Ungaran jalur A KM 426.400.
“Bukan kendaraan travel, melainkan rombongan guru dari Jakarta,” ujar Lingga saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Demokrat AS Kecam Operasi Militer di Venezuela Tanpa Persetujuan Kongres sebagai Tindakan Ilegal
Menurutnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.20 WIB dan melibatkan Toyota Hiace bernomor polisi B 7047 PXU dengan truk crane bernopol B 9241 VB.
Minibus tersebut dikemudikan Totot Andriyanto (56), sedangkan truk crane dikendarai Andi Slamet Suwandi (55).
Lingga menuturkan, kendaraan Hiace melaju dari arah Semarang menuju Bawen.
Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga kurang konsentrasi sehingga kendaraan menabrak truk crane yang melaju searah di depannya.
“Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari,” jelasnya.
Benturan keras membuat bagian depan minibus ringsek.
Baca Juga: Persaingan Papan Atas Super League Memanas, Borneo FC Kembali ke Posisi Teratas
Seorang penumpang bernama Terodius Heru Sucahya (57), guru asal Koja, Jakarta Utara, meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban mengalami cedera berat di bagian kepala serta luka lecet pada kaki kiri.
“Korban meninggal dunia satu orang. Informasi dari keluarga, korban akan dibawa ke Yogyakarta. Saat ini masih berada di kamar jenazah RSUD. Korban diketahui merupakan kepala sekolah,” ungkap Lingga.
Minibus tersebut membawa 14 orang rombongan dari Yayasan Marsudirini Tanjung Priok, Jakarta.
Mereka diketahui sedang dalam perjalanan menuju Bawen untuk melayat atau takziah.
Hasil analisis awal Satlantas Polres Semarang mengindikasikan pengemudi mengalami kelelahan dan mengantuk, sehingga kehilangan konsentrasi.
Posisi benturan berada tepat di tengah bagian belakang truk crane.
“Dugaan sementara sopir kelelahan dan mengantuk, sehingga tidak fokus saat berkendara,” tambahnya.
Selain korban meninggal, enam penumpang lainnya mengalami luka ringan dan saat ini masih dalam penanganan medis.
Sementara itu, sopir minibus belum dapat dimintai keterangan karena masih mengalami syok pascakejadian.
Lingga juga mengimbau seluruh pengendara untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum berkendara, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh.
“Jika merasa mengantuk, sebaiknya segera beristirahat. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.
Enam korban luka ringan dalam kecelakaan tersebut adalah:
-
Ignasius Suharno (45), guru asal Kalibawang, Kulonprogo, mengalami luka sobek di bagian belakang kepala.
-
Antonius Yuwono Trisunu (42), guru asal Koja, Jakarta Utara, mengalami nyeri pada dada kiri.
-
Brigita Putri Milo Deru (36), guru asal Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami luka sobek di area mulut dan hidung berdarah.
-
Silva Ditya (46), guru asal Koja, Jakarta Utara, mengalami luka sobek di pipi kiri dan nyeri pada tangan kiri.
-
Sundari (56), guru asal Koja, Jakarta Utara, mengalami nyeri gerak pada tangan kiri.
-
Imanuel Kotan (35), guru asal Koja, Jakarta Utara, mengalami nyeri pada bagian dada.