Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kopi Terlangka Indonesia Rimba Excelsa Tampil di Maroko, Perkuat Diplomasi Global

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 16 Desember 2025 | 18:58 WIB
Kopi varietas Rimba Excelsa.
Kopi varietas Rimba Excelsa.

RADAR KUDUS - Indonesia lagi-lagi menegaskan posisinya di peta kopi global melalui diplomasi kopi di acara Marrakech Festival 2025.

Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) bersama KBRI Maroko mempersembahkan salah satu jenis kopi terlangka di dunia, Rimba Excelsa, sebagai simbol kekayaan kopi nusantara di pasar global.

Rimba Excelsa dipilih sebagai pahlawan kopi karena karakternya yang langka.

Varietas ini berkontribusi kurang dari satu persen dari total produksi kopi dunia dan berasal dari spesies Liberica var. dewevrei.

Daya tahannya terhadap panas yang sangat tinggi, lingkungan tanah yang sulit, serta perubahan iklim menjadikannya penting dalam konteks keberlanjutan yang saat ini diperhatikan oleh dunia.

“Kami hadir untuk kembali memperjuangkan kopi Indonesia di ajang dunia kali ini di Maroko. 2. Dengan dukungan KBRI Maroko, KAPPI memperkenalkan keberagaman kopi Indonesia dan hero yang kami bawa adalah kopi eksotis Rimba Excelsa.“ kata perwakilan KAPPI, Roby Wibisono, Senin (15/12).

Kopi Rimba Excelsa yang diperlihatkan berasal dari Lampung, ditanam pada ketinggian 200–400 meter di atas permukaan laut.

Diproses secara alami, kopi ini menyajikan aroma floral yang kuat, body yang tebal, dan rasa khas buah nangka (jackfruit) yang unik serta kompleks sebuah profil cita rasa yang menarik bagi para penikmat kopi di seluruh dunia.

Pada momen yang sama, Ahli Kopi Indonesia Moelyono Soesilo menekankan tantangan utama dalam industri kopi nasional.

Dia berpendapat bahwa masalah kopi Indonesia bukan berasal dari terbatasnya lahan, tetapi dari tingkat produktivitas.

“Indonesia memiliki area perkebunan kopi yang sangat luas, namun produktivitas per hektare masih relatif lebih rendah dibandingkan beberapa negara produsen lain. Dengan peningkatan praktik budidaya di lahan yang sudah ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi tanpa harus melakukan ekspansi lahan,” jelasnya.

Moelyono menegaskan bahwa penerapan praktek pertanian yang baik mulai dari pemangkasan yang tepat, pemupukan yang seimbang, hingga peremajaan tanaman telah menunjukkan hasil positif di lapangan.

Dengan pendidikan untuk petani dan partisipasi generasi muda, ia percaya produktivitas kopi Indonesia bisa naik hingga dua hingga tiga ton per hektare, sambil memastikan keberlanjutan industri kopi di masa mendatang. (Amelia NA)

 

Editor : Ali Mustofa
#Kopi Rimba Excelsa #Marrakech Festival 2025 #KAPPI Global