Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gunung Hayli Gubbi Bangkit Setelah 12.000 Tahun, Abu Menjulang 14 Km

Iwan Arfianto • Selasa, 25 November 2025 | 19:13 WIB
Letusan Gunung Berapi Hayli Gubbi
Letusan Gunung Berapi Hayli Gubbi

RADAR KUDUS – Gunung Hayli Gubbi di wilayah Afar, Ethiopia, kembali menunjukkan aktivitasnya setelah ribuan tahun tidak meletus.

Untuk pertama kalinya dalam sekitar 12.000 tahun, gunung berapi tersebut mengeluarkan kolom abu yang menjulang hingga 14 kilometer ke udara.

Menurut laporan Pusat Peringatan Abu Vulkanik Toulouse (VAAC), letusan terjadi pada Minggu (23/11) dan berlangsung selama beberapa jam.

Gunung berapi ini berada sekitar 800 kilometer dari Addis Ababa, dekat perbatasan Eritrea, dan terletak di kawasan Lembah Rift yang memang dikenal sangat aktif secara geologis.

Awan abu kemudian terbawa angin hingga mencapai Yaman, Oman, India, bahkan Pakistan bagian utara, menurut pemantauan VAAC.

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap putih pekat yang keluar terus-menerus dari kawah Hayli Gubbi, meski keasliannya belum dapat dipastikan.

Dalam catatan Program Vulkanisme Global Smithsonian Institution, Hayli Gubbi tidak memiliki riwayat letusan pada periode Holosen—masa yang dimulai sekitar 12.000 tahun lalu.

Ahli vulkanologi dari Michigan Technological University, Simon Carn, juga mengonfirmasi hal yang sama melalui unggahan di Bluesky.

Sementara itu, laporan dari Al Jazeera menyebutkan warga setempat merasakan getaran dahsyat saat letusan terjadi. “Rasanya seperti mendengar ledakan besar,” ujar Ahmed Abdela, penduduk Afar.

Letusan ini juga menyebabkan gangguan bagi wisatawan yang menuju Gurun Danakil, salah satu destinasi favorit di wilayah tersebut.

Banyak dari mereka terpaksa berhenti di kawasan Afdera yang tertutup abu vulkanik.

Pejabat lokal Mohammed Seid menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada korban jiwa, baik manusia maupun ternak.

Namun, dampak ekonomi diperkirakan cukup besar karena banyak desa tertutup abu, membuat ternak kesulitan mencari pakan.

“Kondisi desa-desa tertutup abu membuat warga kami harus ekstra hati-hati. Ancaman terbesar saat ini adalah kelangsungan hidup ternak,” ujarnya.

Letusan Hayli Gubbi menjadi pengingat bahwa kawasan Lembah Rift — tempat pertemuan dua lempeng tektonik besar — masih menyimpan aktivitas vulkanik yang dapat bangkit kapan saja.

Editor : Ali Mustofa
#ethiopia #gunung meletus #gunung berapi