Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Dhela Fitri Yana, Perempuan Asal Mulyoharjo Jepara yang Menjelajahi Kota Besar dengan Bekal Keterampilan Tari

Fikri Thoharudin • Minggu, 29 Maret 2026 | 18:32 WIB
ANGGUN: Dhela Fitri Yana saat latihan tari belum lama ini. (Doc. Pribadi)
ANGGUN: Dhela Fitri Yana saat latihan tari belum lama ini. (Doc. Pribadi)

BAGI Dhela, menari bukan sekadar gerak tubuh. Namun cara bercerita, ruang berekspresi, sekaligus jalan untuk menjelajahi banyak kota yang sebelumnya hanya bisa dibayangkan.

Dhela Fitri Yana itulah nama lengkapnya. Dara kelahiran 9 November 2003 asal Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara ini, mulai mengenal tari sejak duduk di bangku sekolah dasar. 

Tepatnya saat kelas tiga, ketika seorang guru melihat potensi dalam dirinya, dan mulai mengarahkan langkah-langkah kecilnya di dunia seni.

Sejak saat itu, tari menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Ia tumbuh bersama panggung, latihan, dan berbagai kesempatan tampil yang datang silih berganti.

Lulusan SMKN 3 Jepara tahun 2022 ini tak hanya fokus pada seni. Dela juga menempuh pendidikan perguruan tinggi di Unisnu Jepara, mengambil jurusan akuntansi. Di sela kesibukannya bekerja, ia mengambil kuliah kelas karyawan di hari Sabtu-Minggu.

Pilihan itu bukan tanpa alasan. Ia mengaku menyukai dunia hitung-hitungan sejak sekolah menengah, terutama dalam hal penganggaran dan perencanaan. 

Latar belakang pendidikan akuntansi di bangku SMK pun semakin menguatkan pilihannya.

Di sela aktivitas kuliah tersebut, Dela menjalani berbagai pekerjaan kreatif. Keceriaan dan ketegasan tak dapat lepas dari sosok dan pembawannya.

Mulai dari tampil dalam event, mengambil job freelance, hingga pembawa acara. 

Baginya, dunia kreatif memberi ruang luas untuk berkembang sekaligus menambah pengalaman.

“Kalau tari itu seperti cara saya mengekspresikan diri. Orang lain mungkin lewat melukis, menulis, atau bercerita. Saya mengolah tubuh lewat ini,” tuturnya pada Minggu (29/3).

Pengalaman di dunia seni juga membawanya ke berbagai kota di Indonesia. 

Ia pernah terlibat dalam sejumlah event di Wonogiri, Bogor, hingga Palembang. 

Dari sana, ia merasakan bahwa seni bisa menjadi jembatan untuk mengenal tempat baru.

“Lewat tari, kita bisa mengunjungi kota yang belum pernah kita datangi,” katanya.

Ketimbang kompetisi, Dela lebih tertarik pada panggung-panggung pertunjukan. 

Baginya, tampil di event memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas. Sekaligus mempertemukannya dengan beragam karakter dan pengalaman baru.

Lebih dari itu, menari juga menjadi cara bagi Dela menjaga kesehatan mental. Di tengah kesibukan dan tekanan, tari menjadi ruang pelepas lelah dan stres.

“Kalau nari itu rasanya senang, bisa jadi terapi, mengurangi stres,” ujarnya.

Sebagai anak bungsu dari empat bersaudara, Dela menyimpan mimpi besar. Ia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 melalui jalur beasiswa, sembari terus mengumpulkan pengalaman sebanyak mungkin. Termasuk merintis usaha di bidang yang diminatinya, kuliner.

Ia juga memiliki pandangan kuat tentang perempuan. Menurutnya, perempuan tidak boleh padam dalam menemukan jati diri, namun tetap memahami batas dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.

Kini, di tengah proses memperbaiki diri dan terus belajar, Dela melangkah pelan namun pasti. 

Dari panggung ke panggung, dari kota ke kota, ia meneguhkan bahwa seni bukan hanya soal pertunjukan, melainkan perjalanan menemukan diri.

“Selama masih ada waktu dan kesempatan, saya akan manfaatkan. Prinsipnya tidak menyepelekan hal kecil,” ucapnya.(fik)

Editor : Admin
#seni tari daerah #pelestarian tari #gerakan tari #makna filosofis tari #warisan budaya Indonesia #tarian khas daerah #seni pertunjukan #nilai budaya tari #koreografi tari #kostum tari tradisional #musik pengiring tari #generasi muda dan tari #ekspresi seni tari #budaya lokal #tari tradisional #festival tari #identitas budaya #pertunjukan tari