Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lebih Dekat dengan Sabrina Gita Salsabella, Jajaki Dunia Hukum dan Kepenulisan

Fikri Thoharudin • Rabu, 27 Agustus 2025 | 21:44 WIB
Sabrina Gita Salsabella
Sabrina Gita Salsabella

MENJADI perempuan bagi Sabrina merupakan sebuah jalan takdir yang harus terus diperjuangkan.

Hal tersebut juga menjadi tantangan yang harus dipecahkan, dengan prestasi.

Perempuan asal Desa Telukwetan Kecamatan Welahan tersebut berusaha menempa diri dengan kerja-kerja Kepenulisan.

Hingga hal itu mengantarkankan ke dalam berbagai kesempatan dan penghargaan.

Belakangan, prestasi yang berhasil diraih ialah gold medal essay competition UNDHIRA Bali 2024 dan gold medal essay competition Politeknik Negeri Malang 2024.

Mahasiswi semester VII di Universitas PGRI Semarang ini memang dikenal sebagai pribadi yang memiliki kemampuan komunikasi, reportase, kepenulisan, dan analisis. 

"Saya memiliki ketertarikan tinggi di bidang hubungan dengan masyarakat, sosial, budaya dan lingkungan yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat," sebutnya Selasa (26/8).

Sabrina Gita Salsabella sendiri, saat ini juga menjabat sebagai Pimpinan Redaksi di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Vokal kampusnya.

Menurutnya, jurnalisme membantunya dalam memperluas soft skill yang membawa dampak positif.

Selain aspek kepenulisan produk jurnalistik, Sabrina juga fokus pada analisis isu hingga penelitian.

Gadis 20 tahun ini, juga berhasil meraih predikat sebagai salah satu mahasiswi berprestasi di tingkat universitas mewakili fakultas hukum.

Dalam persoalan hukum, saat ini, dirinya tengah mencoba meneliti terkait dengan gratifikasi seksual.

"Kalau gratifikasi berupa barang sudah banyak yang mengangkat. Tapi untuk gratifikasi seksual ini belum," ujarnya.

"Padahal pemangku kepentingan tak jarang berindikasi menerima itu, tapi masih sulit untuk pembuktian dan penanganannya. Saya berusaha membandingkan aspek regulasi dari Malaysia dan Indonesia, termasuk dari sisi advokasi media," lanjutnya.

Di samping itu, pihaknya juga menyoroti terkait dengan realitas sosial di Kabupaten tempatnya lahir, Jepara.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini memandang, sekalipun Jepara memiliki kekayaan akan potensi baik ekonomi dan pariwisata namun masih didapati jenis-jenis kekerasan.

"Terlebih terhadap perempuan dan anak. Seperti pernikahan dini yang menjamur, persoalan pendidikan hingga kerusakan alam," katanya.

Menurutnya, perlu tinjauan sosiologis hingga regulasi yang matang dan mendalam untuk memecahkan persoalan-persoalan tersebut.

"Apalagi soal hukum tidak semua orang paham kalau tidak belajar secara fokus. Ke depan berencana mau buat di media yang konsen tentang hukum dan pariwisata," tandasnya.(fik)

 

Editor : Ali Mustofa
#perempuan berdaya #jepara #kreatif #kepenulisan