SEJAK tiga bulan jelang Lebaran, Eka Dyan sudah mulai kebanjiran pesanan kue kering. Makanan yang banyak dipesan ada nastar hingga biji ketapang.
Hampir setiap hari, perempuan asal Desa Banjardowo, Kecamatan Kradenan ini memproduksi.
Bisnis kue kering yang selama ini dijual terdapat beberapa jenis, yakni biji ketapang, nastar, kripik banana, kastangel, putri salju dan choco chip. "Tapi yang paling best seller itu nastar dan biji ketapang ini," ungkapnya.
Baginya momentum Ramadan dan jelang Idulfitri ini permintaan hampers kue kering meningkat pesat. Sehingga membuat perempuan kelahiran Grobogan 22 Februari 1996 ini harus pintar membagi waktu.
"Harus bisa membagi waktu. Untuk pembuatannya sepekan tiga kali, itu langsung banyak sekalian," ujarnya.
Eka Dyan turut menceritakan pengalaman uniknya selama berbisnis kue kering.
"Pernah pembuatan kuenya gosong. Jadi kebuang semua nggak bisa kemakan. Waktu itu dalam satu open," kesannya.
Kini, dalam berbisnis Eka Dyan harus siap menghadapi pasang surut.
Dia mengevaluasi usaha ketika pesanan mengalami penurunan dan mencari solusi untuk meningkatkan penjualan.
Harapannya, ke depan kue keringnya semakin dikenal dan diminati masyarakat.
Dia juga bermimpi membuka outlet sendiri agar mempermudah pelanggan menikmati produknya setiap hari. (Int)
Editor : Noor Syafaatul Udhma