BUTUH perjuangan bagi Mardila Budi Liadaniastuti ikut pemilihan Mas-Mbak Jateng 2024.
Mulai harus turun gunung sampai ke kota untuk menimba ilmu.
Selain itu, dia juga mencari sponsor sendiri untuk bisa ikuti ajang bergengsi itu, di tengah keterbatasan anggaran.
Dila -sapaan akrabnya- ikut acara yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng itu, beberapa pekan lalu.
Acara itu diselenggarakan lagi setelah lima tahun vakum karena Covid-19.
Dia melewati beberapa tahapan seleksi. Hingga karantina selama dua hari pada 19-20 September lalu.
Tujuannya, untuk mendapatkan berbagai materi tentang kepariwisataan, tes tertulis, penampilan bakat, dan lain-lain.
Sedangkan grand final diadakan pada 21 September.
Perempuan kelahiran Rembang, 16 Maret 2002 ini, sebelumnya mengikuti ajang pemilihan Mas-Mbak Duta Wisata Kabupaten Rembang 2022.
Ajang itu diselenggarakan setelah tiga tahun vakum akibat Covid -19.
Sebelum mengikuti pemilihan di tingkat kabupaten, ia sudah aktif di desa. Dengan bergabung dalam Karangtaruna dan Pokdarwis Desa Pasucen.
Bekal itu membuatnya percaya diri mengikuti pemilihan Mas-Mbak Duta Wisata Kabupaten Rembang.
”Sudah dua tahun saya menjabat sebagai Mbak Duta Wisata Rembang. Karena belum ada pemilihan lagi di kabupaten, jadi saya mewakili Rembang di pemilihan Mas-Mbak Jawa Tengah 2024,” jelas warga Desa Pasucen, Gunem, Rembang, ini.
Dia mengaku, ikut kontes tingkat Jawa Tengah ini, modal nekat. Sebab, tidak adanya anggaran dari kabupaten atau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang.
Akhirnya, dia bersama tim Ikatan Mas Mbak Rembang (IMMR) berinisiatif membuat proposal bantuan dana kepada sejumlah perusahaan dan personal.
”Alhamdulillah banyak sekali suport yang kami terima. Walau banyak juga proses yang kami lalui,” katanya.
Tak hanya masalah dana. Persiapannya juga sangat menguras tenaga Dila. Sebab, rumahnya menuju kota membutuhkan waktu satu jam.
Tujuannya, untuk latihan dengan orang-orang yang mau berbagi ilmu.
Dengan usahanya itu, dia berhasil masuk 10 besar Mas-Mbak Jateng. Dia berterima kasih kepada sponsor dan masyarakat Rembang, khususnya tim IMMR.
”Karena tanpa mereka saya tidak bisa mencapai titik ini,” ucapnya. (noe/lin)
Editor : Ali Mustofa