DOK PRIBADI
KUDUS - Ainun Mufidah pada 2019 lalu berhasil menjadi Duta Wisata Kudus.
Kemudian, pada 2020 dia lolos menyandang gelar Duta GenRe (Generasi Berencana) Kabupaten Kudus.
Selain meraih dua gelar itu, mahasiswi semester akhir Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) ini, juga masih aktif mengikuti organisasi kampus saat masa perkuliahannya.
Dia mengaku, mulai aktif organisasi sejak MTs. Di antaranya mengikuti Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Desa Blimbing Kidul, Kaliwungu, Kudus.
Di di kampus, dia juga aktif di badan eksekutif mahasiswa (BEM).
Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Cendekia Utama (Cenut) ini, kini melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) untuk mengambil profesi.
Dia juga berkarir sebagai perawat di Klinik Kariana Medika.
Keaktifannya saat menjadi mahasiswi, menjadikannya pribadi yang mudah bergaul, percaya diri, dan dikenal banyak orang.
Di dunia kerja, Ainun tidak hanya bekerja sebagai perawat.
Namun, ia juga mempunyai pekerjaan sampingan sebagai wedding organizer (WO) Gemilang dan model hijab.
Dia juga kadang masih menerima job menjadi model fotografi.
Tak merasa lelah dengan kesibukan dan pekerjaannya, Ainun justru senang dan produktif dengan kegiatan tersebut.
”Karena jadi perawat aja kan sebenarnya sudah capek menghadapi pasien yang bermacam-macam. Jadi untuk WO Gemilang dan model foto itu, aku jadikan hobi. Aku senang menjalani. Jadi tidak terasa capeknya dan bisa tetap produktif. Karena itu hiburan,” ucapnya.
Dia menjelaskan, untuk WO dan model itu bisa dikerjakan saat waktu luang. Sebab, waktunya fleksibel. Menyesuaikan sif di klinik.
Namun, saat ini Ainun sedang fokus menyelesaikan tugas akhir kuliahnya.
Meski sibuk, Ainun semaksimal mungkin membagi waktunya untuk tugas kuliah, kerja, organisasi, dan mengembangkan prestasi. Selama badannya masih sehat dan bisa melakukannya.
“Dulu aku pernah merasa cepat banget. Soalnya pagi aku harus kuliah, siang kerja, menjelang sore aku dapat job foto model, malamnya aku harus mengerjakan revisi tugas akhir. Dan pada hari berikutnya begitu lagi, begitu lagi. Jadi kayak muter-muter di hal yang sama. Tapi kalau kita senang, ya udah ngapain kita nggak melakukan. Jadi, jenuh hilang karena kita senang,” ujarnya.
Menurutnya, Gen Z harus mengembangkan prestasi dan berorganisasi untuk melatih skill komunikasi, menambah relasi, dan pengalaman.
”Sebab, hal itu sangat dibutuhkan di dunia kerja,” imbuhnya. (mel/lin)
Editor : Abdul Rokhim