GROBOGAN –. Tiga rumah milik warga Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan hangus dilalap si jago merah Sabtu sore (23/5). Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu membuat warga panik berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan harta benda.
Kebakaran terjadi saat cuaca terik disertai embusan angin cukup kencang. Kondisi tersebut membuat api cepat membesar dan merembet ke bangunan lain yang berdempetan. Dalam waktu singkat, kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan.
Kapolsek Penawangan AKP Sutarjo menjelaskan, dugaan sementara sumber api berasal dari korsleting listrik pada KWH meter salah satu rumah warga. Percikan api kemudian menyambar bagian bangunan rumah yang sebagian besar berbahan kayu sehingga api cepat membesar.
“Dugaan sementara berasal dari arus pendek atau korsleting pada meteran listrik. Api kemudian menjalar ke rumah lain yang posisinya berdekatan,” ujar AKP Sutarjo.
Tiga rumah yang terdampak masing-masing milik Marwi, 84, Siswanto, 41, dan Marno, 62, warga Desa Bologarang. Rumah-rumah tersebut berada dalam satu kawasan permukiman sehingga api mudah merembet dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Peristiwa bermula ketika warga mendengar suara letupan keras dari arah meteran listrik salah satu rumah korban. Tidak lama kemudian muncul kobaran api di bagian atas bangunan. Karena sebagian konstruksi rumah menggunakan kayu, api dengan cepat membakar seluruh bagian rumah.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berdatangan membantu pemadaman menggunakan alat seadanya. Sebagian warga menyiram air menggunakan ember, sementara lainnya berusaha menyelamatkan barang-barang milik korban. Teriakan meminta tolong terdengar bersahutan di tengah kepanikan warga.
Namun besarnya kobaran api ditambah angin yang terus bertiup membuat upaya pemadaman awal sulit dilakukan. Api bahkan sempat merembet ke rumah di sampingnya hanya dalam hitungan menit.
Petugas Polsek Penawangan yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan area kebakaran. Aparat bersama warga berusaha mencegah api meluas ke rumah lain di sekitar lokasi.
Sekitar 45 menit kemudian, armada pemadam kebakaran dari Purwodadi tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan penyemprotan dari beberapa titik guna menjinakkan kobaran api yang sudah membesar. Setelah berjibaku hampir satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.15 WIB.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir sangat besar. Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp850 juta.
Rumah milik Marwi mengalami kerusakan paling parah. Dua rumah joglo berukuran sekitar 10 x 10 meter ludes terbakar bersama gabah sekitar satu ton, kayu olahan jati, lemari es, televisi, uang tunai hingga sejumlah dokumen penting. Kerugian diperkirakan mencapai Rp600 juta.
Sementara rumah milik Siswanto yang berbentuk limasan juga ikut terbakar. Sejumlah barang elektronik, uang tunai dan dokumen berharga tidak sempat diselamatkan. Kerugian ditaksir sekitar Rp100 juta.
Sedangkan rumah milik Marno turut mengalami kerusakan akibat jilatan api. Barang-barang seperti lemari es, televisi, uang tunai dan dokumen penting ikut hangus terbakar dengan kerugian sekitar Rp150 juta.
Dalam proses penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa kabel bekas terbakar, satu unit KWH meter listrik, potongan kayu hangus serta barang elektronik milik korban yang rusak akibat kebakaran.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Grobogan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
AKP Sutarjo mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Menurutnya, kabel maupun meteran listrik yang sudah lama digunakan perlu dicek secara berkala agar tidak memicu korsleting.
“Kami mengimbau warga rutin memeriksa instalasi listrik di rumah. Jika ada kabel rusak atau percikan listrik segera diperbaiki supaya tidak menimbulkan kebakaran,” pungkasnya. (mun)
Editor : Admin