GROBOGAN – Kebakaran terjadi di Pabrik Jituputra yang berada di Jalan Raya Purwodadi–Blora, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, pada Senin (18/5/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.59 WIB dan sempat membuat aktivitas di area pabrik panik.
Kebakaran diketahui kali pertama muncul dari bagian tungku feeder.
Manajer Pabrik Jituputra, Andre (44), mengatakan api berasal dari mesin feeder yang tiba-tiba mengalami macet saat beroperasi seperti biasa.
“Mesin feeder menyala seperti biasanya, tiba-tiba mati. Secara otomatis apinya menjalar ke saelo atau persediaan sekam, sehingga sekam ikut terbakar,” ungkap Andre.
Melihat api cepat membesar dan menjalar ke tumpukan sekam, pihak pabrik segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Induk Purwodadi.
Sedangkan Kepala Damkar Satpol PP Grobogan, Teguh Prijadi, menyampaikan setelah menerima laporan, tim Damkar langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan menyiapkan sarana prasarana pemadaman.
“Setelah mendapat laporan, petugas segera mempersiapkan peralatan dan meluncur ke lokasi,” kata Teguh.
Pos Damkar Purwodadi tercatat berangkat pada pukul 11.59 WIB dan tiba di tempat kejadian kebakaran (TKK) pukul 12.06 WIB.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan agar api tidak kembali menyala.
Upaya pemadaman berlangsung sekitar 40 menit. Api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman pada pukul 12.47 WIB.
Setelah seluruh rangkaian penanganan selesai, petugas kembali ke kantor pada pukul 12.57 WIB.
Meski kebakaran sempat menimbulkan kepanikan, petugas berhasil mencegah api merembet ke area lain yang lebih luas.
"Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta, namun aset pabrik senilai sekitar Rp 5 miliar berhasil diselamatkan," imbuhnya.
Meski begit tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Usai pemadaman, petugas juga memberikan imbauan kepada pihak pabrik agar melakukan pengecekan mesin secara berkala, terutama pada alat produksi yang berpotensi menimbulkan panas tinggi.
“Kami mengimbau agar selalu melakukan pengecekan berkala terhadap mesin yang dioperasionalkan, supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkas Teguh Prijadi. (int)
Editor : Admin