Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tebing Sungai Lusi di Wirosari Grobogan Longsor 45 Meter, Jalan Desa Rusak dan Dua Rumah Direlokasi

Intan Maylani Sabrina • Senin, 18 Mei 2026 | 10:26 WIB
LONGSOR: Tebing Sungai Lusi di Dusun Tanjungsari, Desa Tunjungrejo, Kecamatan Wirosari membuat jalan rusak parah. (BPBD Grobogan untuk Radar Kudus)
LONGSOR: Tebing Sungai Lusi di Dusun Tanjungsari, Desa Tunjungrejo, Kecamatan Wirosari membuat jalan rusak parah. (BPBD Grobogan untuk Radar Kudus)

GROBOGAN– Longsor tebing kembali mengancam warga di Kabupaten Grobogan. Kali ini, tebing Sungai Lusi di Dusun Tanjungsari, Desa Tunjungrejo, Kecamatan Wirosari, dilaporkan mengalami longsor cukup parah dengan panjang kurang lebih 45 meter.

Kejadian ini menjadi perhatian serius karena selain merusak akses warga, longsor juga memaksa dua rumah warga direlokasi akibat berada di zona rawan.

Kabid Rehabilitasi dan Konstruksi BPBD Grobogan, Bondan Pujanarko, menjelaskan bahwa BPBD telah melakukan assessment pada 12 Februari 2026, longsor dipicu oleh curah hujan sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Wirosari.

"Akibat hujan tersebut, debit Sungai Lusi meningkat, menambah tekanan pada kaki tebing sungai. Kondisi semakin parah karena ditemukan aliran air permukaan dari bagian atas tebing yang langsung mengalir ke titik longsoran," ungkapnya.

Aliran air itu membuat tanah menjadi jenuh hingga terjadi sledingan atau pergerakan tanah tergelincir, yang mempercepat runtuhnya lereng.

Menurutnya tebing yang longsor memiliki kondisi rawan karena curam dan terbuka tanpa pelindung permanen.

“Hasil peninjauan menunjukkan panjang longsoran sekitar 45 meter, lebar terdampak 6 meter, dengan tinggi tebing kurang lebih 7 meter. Tebing sangat curam dan tidak ada struktur pelindung permanen,” jelas Bondan.

Selain itu, bekas aliran air dari atas lereng terlihat jelas dan diduga menjadi pemicu utama pergerakan tanah.

BPBD menilai potensi longsor susulan masih sangat tinggi, terutama jika hujan kembali turun.

Longsor ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Akses jalan desa di sekitar lokasi dilaporkan mengalami gangguan dan kerusakan akibat pergeseran tanah.

Tak hanya itu, dua rumah warga bahkan harus di relokasi karena berada dalam zona rawan yang dinilai berbahaya jika longsor kembali terjadi.

BPBD Grobogan menegaskan bahwa Sungai Lusi beserta tebing dan bantaran merupakan aset kewenangan BBWS Pemali Juana, sehingga perlu penanganan lintas instansi.

Dalam rekomendasi awal, BPBD menyarankan sejumlah langkah cepat, mulai dari pemasangan garis pengaman, pembatas area rawan, pembuatan saluran drainase di atas tebing untuk mengendalikan aliran air permukaan.

"Kemudian juga penguatan tebing dengan bronjong atau talud permanen sepanjang kurang lebih 45 meter, serta penanganan kaki tebing untuk mencegah gerusan lanjutan," jelasnya.

Bondan menegaskan, tanpa penanganan permanen, longsor berpotensi meluas dan mengancam lebih banyak permukiman warga di sekitar bantaran Sungai Lusi. (int)

Editor : Admin
#grobogan #tebing #rumah #longsor #jalan desa