GROBOGAN – Korban diketahui bernama Rhama Praditya, 20, warga setempat. Ia pertama kali dilaporkan tenggelam sekitar pukul 06.30 WIB. Satu jam kemudian, kejadian itu diteruskan ke Polsek Klambu hingga akhirnya memicu upaya pencarian oleh warga bersama aparat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula saat seorang saksi, Sudarmini, melintas di jembatan penghubung Dusun Taban. Ia melihat korban berada di tengah aliran sungai sambil meminta pertolongan. Menyadari situasi darurat, saksi segera berlari mencari bantuan warga sekitar.
Warga yang mendapat kabar tersebut langsung bergerak menuju lokasi. Bersama aparat, mereka melakukan pencarian menyusuri aliran sungai yang saat itu dalam kondisi penuh. Upaya pencarian berlangsung sekitar dua jam sebelum korban akhirnya ditemukan.
“Korban ditemukan di sisi utara jembatan, sekitar 70 meter dari lokasi awal diduga tenggelam,” ungkap salah satu petugas di lokasi.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim Inafis Polres Grobogan bersama tenaga medis dari Puskesmas Klambu.
Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, terdapat memar di bagian kepala yang diduga akibat benturan dengan konstruksi saluran irigasi. Selain itu, ditemukan lumpur pada hidung korban serta kondisi tubuh yang telah menunjukkan tanda-tanda meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya diketahui sedang berolahraga jogging di sekitar lokasi kejadian. Dugaan sementara, korban terpeleset saat berada di tepi saluran irigasi dan terjatuh ke dalam sungai yang memiliki kedalaman mencapai sekitar 11 meter.
“Korban diduga tidak bisa berenang sehingga tidak mampu menyelamatkan diri,” terang petugas.
Di lokasi kejadian juga ditemukan sepeda motor milik korban yang terparkir tak jauh dari titik awal kejadian. Jarak antara kendaraan dengan lokasi penemuan jenazah diperkirakan sekitar 70 meter.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Kapolsek Klambu AKP R. Enggal Agung, SH, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, hingga koordinasi dengan tim medis dan instansi terkait.
“Kami pastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan unsur tindak pidana,” tegasnya.(mun)
Editor : Admin