Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Wisata Tiban Desa Papanrejo Gubug Sulap Lahan Bekas Banjir, Jadi Destinasi Pemancingan

Sirojul Munir • Minggu, 18 Januari 2026 | 12:39 WIB
RAMAI – Ratusan warga mengikuti lomba Mancing Merdeka Tahun 2025 di lokasi bisa melihat KAI yang sedang melintas di samping Danau Tiban Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug.
RAMAI – Ratusan warga mengikuti lomba Mancing Merdeka Tahun 2025 di lokasi bisa melihat KAI yang sedang melintas di samping Danau Tiban Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug.

RADAR KUDUS - Bencana banjir besar tahun 2025 di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, kini menyisakan berkah bagi warga setempat.

Lahan  luas mencapai sekitar satu hektare, lokasi tersebut mulai ramai dikunjungi warga, terutama pada akhir pekan dan bertransformasi menjadi destinasi wisata.

Pemancingan tiban ini terbentuk dari genangan air yang tersisa pascabanjir dan kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat desa menjadi kawasan wisata sederhana.

Selain menawarkan aktivitas memancing, pengunjung juga disuguhi pemandangan unik berupa kereta api milik PT KAI yang melintas di jalur rel tak jauh dari lokasi wisata.

Keberadaan jalur kereta api tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat menikmati sensasi memancing sambil melihat kereta api melintas dari jarak dekat, sesuatu yang jarang ditemui di lokasi wisata pemancingan lainnya. Kondisi ini membuat wisata tiban Papanrejo cepat dikenal dan diminati masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Grobogan, Wahono, mengapresiasi inisiatif warga dalam memanfaatkan lahan pascabanjir menjadi potensi wisata baru. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mengubah dampak bencana menjadi peluang ekonomi.

“Ini contoh pemanfaatan ruang yang positif. Dari lahan bekas banjir bisa berkembang menjadi wisata berbasis masyarakat. Selain memberikan hiburan, juga berpotensi menambah penghasilan warga,” ujar Wahono.

Ia menambahkan, wisata tiban semacam ini perlu dikelola dengan baik agar tetap aman, bersih, dan berkelanjutan. Pemerintah daerah, kata dia, mendorong pengelola untuk memperhatikan aspek keselamatan, terutama karena lokasi berdekatan dengan jalur kereta api.

Disporabudpar Grobogan juga membuka peluang pendampingan apabila ke depan wisata tiban pemancingan Papanrejo dikembangkan lebih serius, baik dari sisi fasilitas, promosi, maupun tata kelola. Dengan pengelolaan yang tepat, wisata berbasis potensi lokal tersebut diharapkan mampu menjadi alternatif destinasi wisata baru di wilayah selatan Grobogan.

Nurul salah satu pengunjung Wisata Tiban Danau Papanrejo mengaku senang bisa berwisata sambil memancing. Selain dapat ikan juga bisa melihat KAI lewat karena lokasinya berada di sebelah perlintasan KAI yang pernah terkena banjir.

”Disini tempatnya bagus dan lapang ada tempat pemancingan. Saya bisa melihat KAI lewat saat sedang menikmati danau Tiban,” terang dia. (mun)

 

Editor : Mahendra Aditya
#Bupati Grobogan Setyo Hadi #wisata grobogan #disporabudpar grobogan #pemkab grobogan