Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir Genangi Sejumlah Sekolah, Tiga SD di Gubug Grobogan Terpaksa Tunda Sumatif Tengah Semester

Intan Maylani Sabrina • Senin, 10 Maret 2025 | 20:32 WIB
BANJIR: Kondisi SDN Ringinkidul Kecamatan Gubug yang terdampak bencana banjir.
BANJIR: Kondisi SDN Ringinkidul Kecamatan Gubug yang terdampak bencana banjir.

GROBOGAN - Jebolnya tanggul di Dusun Mintreng Desa Baturagung Kecamatan Gubug berdampak pada sejumlah sekolah.

Setidaknya ada tiga sekolah dasar (SD) yang harus mengikuti pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Genap Susulan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan Purnyomo mengatakan, dari enam kecamatan yang terkena banjir.

Sampai Senin (10/3) sudah ada 26 sekolah yang melaporkan terdampak. Terdiri dari 13 TK, 11 SD, dan 2 SMP.

Bahkan, ada tiga sekolah dasar (SD) yang harus menunda pelaksanaan ASTS Genap yang seharusnya dijadwalkan pada 10-14 Maret 2025 ini.

Karena situasi yang tidak memungkinkan, kepala sekolah mengimbau agar ASTS ini disusulkan dan dijadwalkan ulang.

"Sampai hari ini ada tiga sekolah yang melaporkan penundaan. Yakni SDN Ringinkidul, SDN 2 Baturagung dan SDN 1 Tlogomulyo Kecamatan Gubug. Kemungkinan ada tambahan, dari Korwilcam Bidang Pendidikan masih ada yang belum masuk datanya," ujarnya.

Nantinya ke tiga sekolah tersebut akan mengikuti ASTS Genap Susulan pada pekan depan tepatnya 15-20 Maret.

Sedangkan sekolah lainnya (TK mau pun SMP) yang terdampak banjir juga masih diliburkan dan melakukan pembelajaran daring.

Mengingat sebagian siswa dan guru rumahnya terdampak banjir. Akses jalan menuju sekolah terdapat banyak genangan air yang tidak memungkinkan untuk dilalui.

Berbeda, Kepala SDN Ringinkidul Soedarmini menambahkan, kondisi sekolah yang terdampak banjir ini dialami sejak Minggu (9/3).

"Terdampak banjir karena Desa Baturagung tanggulnya jebol. Mengakibatkan sekolah ikut terdampak. Untuk sementara anak-anak belajar di rumah karena anak-anak sebagian banyak yang mengungsi sehingga tidak bisa berangkat ke sekolah," ungkap Soedarmini.

Menurutnya, seharusnya pada Senin (10/3) ini terdapat pelaksanaan ASTS namun SDN Ringinkidul harus menundanya.

"Untuk sementara waktu ini kita tunda sampai situasi dan kondisi memungkinkan. Tidak banjir lagi. Mungkin 4-5 hari ini, namun ini masih hujan lagi," keluhnya.

Di lokasi, sampai pada hari Senin ini. Satu bangunan perpustakaan di sekolah tersebut terlihat masih tergenang air.

Sejumlah buku yang di tempatkan di rak paling bawah tak bisa diselamatkan dan rusak terkena air. (Int)

 

Editor : Ali Mustofa
#tergenang air #grobogan #banjir #sekolah #dinas pendidikan