GROBOGAN - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan masih tahap persiapan awal.
Sampai saat ini baru ada satu dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang siap di tempati.
Sedangkan dua unit dapur umum masih proses pembangunan.
Hal itu diungkapkan Pasiter Kodim 0717/Grobogan Kapten Inf Muh Jumar. Rencananya ada tiga dapur umum yang dibangun dalam waktu dekat ini.
Dua berlokasi di Dusun Pucang, tepatnya lahan eks bangunan Alugoro. Serta satu bangunan di Dusun Sarip Desa Karangasem Kecamatan Wirosari.
"Baru satu yang sudah siap dan jadi. Kemudian yang dua baru proses pembangunan. Untuk luasan bangunan sekitar 20x20 meter," ungkapnya.
Baca Juga: Perajin Kue Keranjang di Grobogan Kewalahan Hadapi Lonjakan Harga Bahan Baku, Begini Keluhannya
Kapten Inf Muh Jumar menyebut jika satu dapur umum yang sudah jadi dan siap pakai tersebut, di dalamnya sudah komplet terdapat berbagai fasilitas memasak.
Terutama harus higienis. Di sana telah terdapat ruangan kantor, tempat khusus masak bahan kering dan basah, serta tempat istirahat.
"Di setiap dapur umum akan ada 50 orang pekerja yang memasak. Serta di masing-masing unit terdapat kepala dapur lulusan sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI). Mereka sudah terlatih selama enam bulan sebelumnya," ungkap Muh Jumar.
Meski telah dibangun tiga dapur umum, untuk bisa meng-cover seluruh sekolah dibutuhkan 100-an dapur umum.
"Kalau dihitung jumlah sekolah di Kabupaten Grobogan, seharusnya membutuhkan 100-an gedung," paparnya.
Dengan satu bangunan yang telah siap tersebut, Kodim 0717/Grobogan berharap ujicoba bisa segera dilakukan.
"Rencananya ujicoba dimulai Senin (13/1) namun administrasi dan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) tak kunjung turun. Sehingga ditunda lagi, kemungkinan 20 Januari ini," ungkapnya.
Nantinya, akan dilakukan ujicoba ke 1.240 siswa sekolah dasar (SD).
"Sebelumnya hanya 500 siswa, terus mengajukan lagi. Semoga bisa segera di-realisasikan agar tahu kurangnya mana saja," ujarnya. (Int)
Editor : Ali Mustofa