GROBOGAN – Warga Desa Kradenan digegerkan dengan temuan bayi laki-laki.
Bayi itu sudah tidak bernyawa di pinggir rel ganda jalur Kereta Api, Sabtu (10/8).
Bayi yang sempat dikira boneka itu ditemukan warga sekitar pukul 06.30 WIB.
Mayat bayi tanpa busana yang diperkirakan lahir prematur pada usia kandungan 7 hingga 8 bulan tersebut awalnya diketahui oleh Makrus, 65 warga Desa Pandanharum, Gabus, Grobogan yang hendak pergi ke sawah.
Mayat bayi mempunyai panjang 40 sentimeter dan berat 940 gram.
Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan melalui Kapolsek Kradenan AKP Haryono mengatakan, sosok mayat bayi tersebut awalnya diketahui oleh saksi dalam posisi tergeletak di dekat semak-semak.
“Saat itu, saksi tidak menghiraukan hal tersebut. Bahkan, mayat bayi laki-laki tersebut sempat dikira sebuah boneka,” kata AKP Haryono.
Di tengah perjalanan, warga bernama Makrus, 65, bertemu dengan Jaman, 63, sedang menggarap sawah.
Kemudian bercerita pada Jaman terkait apa yang di lihatnya.
”We mau pas mangkat nek sawah ngerti koyok boneka bayi ora (Kamu tadi saat berangkat ke sawah melihat benda menyerupai boneka bayi tidak, red),” kata Makrus.
Kemudian, pertanyaan Makrus, dijawab Jaman.
”Ning endi, ayo delok meneh leh (Dimana, ayo dilihat lagi, red),” timpalnya.
Untuk memastikan, lantas keduanya berjalan menuju lokasi kejadian.
Saat didekati, benda menyerupai boneka tersebut ternyata seorang bayi yang telah meninggal dunia.
”Kejadian tersebut kemudian dilaporkan pada Kepala Desa setempat dan diteruskan ke Polsek Kradenan Polres Grobogan,” ujar AKP Haryono. (mun)
Editor : Ali Mustofa