Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cerita Tukang Becak Panen Berkah Saat Banjir di Grobogan, Bisa Raup Cuan 10 Kali Lipat dari Hari Biasa!

Fikri Thoharudin • Senin, 18 Maret 2024 | 00:13 WIB
TERJANG: Para penjaja ojek becak yang kebanjiran berkah Minggu, (17/3).
TERJANG: Para penjaja ojek becak yang kebanjiran berkah Minggu, (17/3).

GROBOGAN - Banjir yang kerap kali dianggap sebagai musibah di satu sisi membawa berkah tersendiri, termasuk tukang becak di Grobogan.

Pasalnya, tukang becak di Grobogan meraup keuntungan sepuluh kali lipat dari hari biasaya.

Mereka mengantarkan penumpang yang perlu menyeberangi jalanan yang tergenang, pusat-pusat kota maupun menuju rumah sakit.

Salah satunya Gunadi, salah satu tukang becak di Grobogan.

Kondisi banjir tidak menjadi halangan bagi Gunadi, untuk tidak narik becaknya.

Justru malah turut membawa berkah laris baginya.

Saat didatangi wartawan, pria 58 tahun itu tampak sumringah.

Bagaimana tidak, hanya dengan sehari ia bisa mendapatkan pemasukan hingga Rp 300 ribu rupiah.

Waktu banjir besar sejak Jumat (15/3), jalan pusat kota tergenang mencapai sepinggang orang dewasa.

Kendaraan bermotor maupun mobil dan truk tidak bisa lewat.

"Dua hari kemarin itu dapat Rp 600 ribu lebih. Gak ngitung angka pastinya. Padahal kalau hari biasa dapat Rp 50 ribu saja Alhamdulillah," syukurnya pada Minggu (17/3).

Untung tenaga dan nyali Gunadi cukup besar jika hanya dihadapkan dengan arus air bah yang mengalir deras.

Selain faktor butuh 'uang' rasa kemanusiaannya pun ikut tersentuh.

"Kebanyakan orang mau kontrol ke rumah sakit. Ya sekali narik mereka maringi Rp 50 ribu," ujarnya di pangkalan becaknya yang berada di depan RS Panti Rahayu Yakkum.

Sementara itu, Mulyono juga ikut bungah karena selama 3 hari terakhir dapat memperoleh penumpang sepuluh kali dalam sehari.

"Dalam sehari Rp 400 ribuan lebih. Sekali tarikan Rp 50 ribu," tuturnya.

Ia juga menceritakan bahwa upah tersebut diberikan oleh penumpang tanpa diminta.

Selain mengantarkan ke titik-titik yang sentral seperti rumah sakit, simpanglima, hingga pasar pihaknya juga mendapat orderan antar barang.

"Ada yang minta angkut beras juga untuk mengirim bantuan ke posko pengungsian," sebutnya.

Sementara itu Wardi yang biasa mangkal di depan Pasar Induk Purwodadi juga ikut buka suara.

"Saya dapat satu dengan upah Rp 50 ribu. Setelah itu dapat lagi tapi saya kasih ke teman karena memang susah bawa becak saat banjir," tuturnya.

Di hari biasanya, sehari dapat uang Rp 30 ribu saja sudah bagus.

Ia tampak tunduk pada tenaga usia senjanya.

"Ya sudah umur 64 begini. Kalau yang lain ya masih kuat-kuat," tunjukknya.

Penjaja jasa becak lainnya, Sutar, juga menyebut momen banjir di satu sisi mendatangkan keuntungan yang berlipat.

"Saya dari RS Yakkum sampai GOR Bung Karno Simpnglima sekali jalan juga dapat Rp 50 ribu," ujarnya.

Namun pria 57 tahun itu juga lebih memilih tak ambil penumpang di medan banjir meski upahnya menjanjikan.

Selain faktor tenaga juga khawatir apabila mengalami trouble saat di jalan.

"Saya takut kalau keseret arus," tutupnya.

Editor : Dzikrina Abdillah
#grobogan #banjir #keuntungan #tukang becak #berkah