Baca Juga : Bejat! Janji Dinikahi, Gadis 15 Tahun Asal Gubug Grobogan Justru Dicabuli
Kepala Desa Selo Puji Hartanto mengatakan, terkait isu beredarnya video tersebut, pihaknya mengaku sudah mendengar dan mengetahui. Namun, tak bisa mengambil tindakan, lantaran tidak memiliki bukti. Jadi, urusan tersebut diserahkan ke pihak internal yayasan dan pesantren yang bersangkutan.
”Sekitar tiga bulan lalu, rumornya santer tapi desa tidak dilibatkan. Hanya (diselesaikan) di internal," terangnya.
Dia menjelaskan, kejadian tersebut belum sampai di ranah kepolisian. Sebab, sudah rampung diselesaikan di yayasan yang bersangkutan. Ustaz tersebut diberi pelajaran. Dengan dikeluarkan dari yayasan dan berbagai aktivitas jamiyah yang diikuti.
”Sempat tak tanyakan di polsek apakah ada laporan, ternyata Pak Kapolsek menjawab tidak ada laporan," jelasnya.
Akibat perbuatannya, dikabarkan seluruh santriwati nekad boyong pulang. Perbuatan tersebut pun dikecam para ustaz lain, lantaran dinilai mencoreng nama baik pesantren di Selo, Tawangharjo, itu.
Dari beberapa santri yang pulang, salah satunya warga Plosorejo dan Batur, Tawangharjo. Wali santri tersebut dikabarkan sempat emosi terhadap ulah ustaz tersebut. Dan sempat berencana melaporkan ke polisi.
”Namun geger-nya isu tersebut makin mereda. Karena belum ada laporan, penegak hukum tampaknya belum melakukan penindakan terhadap pelaku,” imbuhnya. (tos/lin) Editor : Abdul Rokhim