Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SOSOK Pitra Jati Rinanto, Pria Asal Blora yang Puluhan Tahun Geluti Dunia Perhotelan: Sering Pindah Tempat, Spesialis Pre-Opening Hotel

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 30 Mei 2025 | 16:37 WIB

 

KEREN: Pitra Jati Rinanto saat menunjukkan keindahan hotel Azana Garden Hill Resort Blora.
KEREN: Pitra Jati Rinanto saat menunjukkan keindahan hotel Azana Garden Hill Resort Blora.
Menggeluti dunia perhotelan selama puluhan tahun, menjadikan Pitra Jati Rinanto berkompeten dalam banyak hal.

Di antaranya dia menjadi asessor di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dunia perhotelan. Namun ia tak lantas jemawa. Malah menyebutnya sebagai ”karma”.

EKO SANTOSO, Blora, Radar Kudus

Tangannya lincah memilah bagian tanaman yang perlu dibersihkan.

Ia tampak paham betul merawat 29 jenis tanaman di Hotel Azana Garden Hill Resort Blora. Diperhatikan satu demi satu. Ditakar betul kebutuhan air.

Ketelitiannya itu, membuat suasana di hotel berbintang empat di Blora itu, terasa asri.

Berbagai tanaman tumbuh dengan baik, meski baru setahun hotel itu berdiri. Begitulah Pitra Jati Rinanto bekerja.

Bekerja di dunia perhotelan puluhan tahun, membuatnya jadi maestro di bidangnya. Tak hanya satu, tapi banyak hal.

Karirnya di dunia hotel mulai dari housekeeping, FNB (food and beverage) service, room division manager, sales dan marketing, hingga general manager (GM).

”Yang belum cuma satu; divisi enengineering. Saya mau belajar juga," kelakarnya.

Lelaki kelahiran 12 Juli 1983 itu, kini menjadi bagian dari Azana Garden Hill Resort Blora. Ia bergabung sejak Agustus 2024 lalu dengan menjadi executive housekeeper.

Hotel tersebut merupakan satu-satunya hotel berbintang empat di Blora.

Ia mau bergabung lantaran ingin dekat dengan keluarga. Setelah 20 tahun melalang buana bekerja dari satu hotel ke hotel lain di luar kota.

”Saya bergabung sejak masa pre-opening hotel," katanya.

Ini merupakan hotel yang kesekian kalinya yang melibatkan dirinya sejak masa pre-opening.

Sekalipun bisa dikatakan ini masa sulit, karena harus menata sejak awal. Namun, ia justru malah menikmati.

Banyak kolega yang meminta bantuan dirinya untuk pre-opening hotel. Hal itu tak lepas dari keterampilannya yang mumpuni. Juga karena kenalan yang banyak.

Terbukti, ia bahkan menjadi asesor di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dunia perhotelan untuk dua bidang sekaligus. Yakni assesor housekeeping dan cleaning.

”Sempat mengajar jadi dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIE Pari) Semarang dan Unisbank Semarang untuk fakultas perhotelan," ungkapnya.

Sebelum di Blora, dia pernah bekerja di Fox Harris Hotel & Convention Banjarnegara pada 2022-2024, Dafam Hotel Cilacap Position pada Januari 2022 sampai Desember 2022.

Kemudian di The Kharma Villas Jogjakarta sebagai Room Division Manager sejak Januari-Desember 2021, Kyriad Hotel Cepu pada 2019-2020, serta Fave Hotel Tuban Position pada 2018-2019.

”Semua itu saya menjadi executive housekeeper,” katanya.

Selain itu, juga pernah di Ibis Hotel Semarang pada 2017-2018. Juga masih di posisi executive housekeeper. ”Saat inilah saya sambil mengajar jadi dosen," paparnya.

Selain itu, dia juga pernah bekerja di Arra Amandaru Hotel Cepu sebagai assistant front office manager dan executive housekeeper pada 2014-2017.

Kemudian di Arra Lembah Pinus Hotel Bogor pada 2014 dan di Arra Sari Mas Ciater Hotel & Resort pada 2013-2014. Lagi-lagi dia menjadi executive housekeeper.

Satu lagi, di Crowne Plaza Hotel Semarang pada 2011-2013. Kali ini, dia sebagai room attendant & valleyrunner.

”Kalau kerja di dunia perhotelan sejak 2004. Saya kuliah perhotelan 2001, lulus langsung kerja. Awalnya di food and beverage co helper di hotel bintang 4 di Surakarta. Yang sekarang jadi Sunan Hotel," jelasnya.

Meski sudah expert pada bidang perhotelan, ia menyebut itu semua justru ”karma”.

Sebab, sejak kecil Pitra tak pernah melakukan pekerjaan-pekerjaan yang ia kerjakan saat ini.

Seperti mencuci, menyiram dan merawat tanaman, bersih-bersih kamar, dan lain sebagainya.

”Yang saya alami ini mungkin karma. Sesuatu yang nggak pernah saya lakukan sebelumnya. Jadi, saya nggak ada tokoh panutan dan idola. Quote saya ”dendamku motivasiku”," selorohnya.

Sementara terkait kebiasaannya yang kerap pindah-pindah tempat kerja, tak jadi masalah bagi istrinya. Sebab, sejak awal sudah dibicarakan, sehingga bisa memaklumi.

”Suka pindah hotel karena banyak ilmu dan kenalan. Masing-masing manajemen punya ilmunya. Dari situ kenal kolega dan banyak teman. Saya orangnya kepoan dan suka belajar. Biar nggak seperti katak dalam tempurung," ujarnya.

"Kalau istri sudah saya jelaskan sejak saya pacaran, risiko kerja di dunia perhotelan begitu. Baru protes sejak anak kedua. Dan saat itu mulai menetap di Blora ini dengan bergabung Azzana," tambahnya.

Editor : Ali Mustofa
#Pitra Jati Rinanto #blora #perhotelan #hotel