Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dari 46 ke 70 Tahun: Kisah Perjuangan Makeup Nirina Zubir di Film Jangan Buang Ibu

Anita Fitriani • 2026-03-14 13:54:22

Nirina Zubir (Foto: instagram @filmjanganbuangibu)
Nirina Zubir (Foto: instagram @filmjanganbuangibu)

RADAR KUDUS - Aktris senior Nirina Zubir menunjukkan totalitas luar biasa dalam film terbarunya berjudul Jangan Buang Ibu.

Ia rela menjalani proses makeup hingga empat jam setiap hari syuting demi menghidupkan karakter Ibu Ristiana, seorang lansia berusia 70 tahun.

Perubahan fisik yang drastis menjadi salah satu tantangan terbesar dalam kariernya, sekaligus membawa pesan mendalam tentang kasih sayang keluarga.

Film Jangan Buang Ibu yang disutradarai Hadrah Daeng Ratu ini mengisahkan perjuangan seorang ibu bernama Ristiana yang menghadapi dinamika rumit dengan anak-anaknya di usia senja.

Nirina Zubir tidak hanya memerankan satu fase usia, melainkan tiga periode berbeda, usia produktif 30-an, paruh baya 50-an, hingga lansia 70 tahun.

Proses tata rias ini memakan waktu 3,5 hingga 4 jam setiap harinya, membuat Nirina harus datang lebih awal ke lokasi syuting dibanding kru dan pemain lainnya.

Ia mengaku kaget saat pertama kali melihat hasil makeup prostetiknya di cermin, bahkan hingga berkaca pun masih terkejut dengan perubahan wajahnya yang menua drastis.

"Tiga setengah, empat jam bahkan (make up) berkaca saja tuh masih kaget menjadi 70 tahun tuh seperti apa," ujar Nirina saat peluncuran poster film di Senayan City, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026).

Totalitas ini menjadi orang terakhir yang meninggalkan lokasi syuting demi membersihkan lapisan riasan tebal tersebut setelah semua kru pulang.

Kondisi cuaca ekstrem selama syuting semakin menambah berat tantangan, tapi Nirina tetap konsisten menjaga emosi karakter meski fisik tidak nyaman.

Awalnya, Nirina sempat ragu menerima peran ini karena harus keluar dari zona nyamannya sebagai aktris yang biasa memerankan karakter sesuai usianya sendiri. "Enggak mudah juga untuk menerima karakter ini.

Perlu diyakini berkali-kali," ungkapnya. Ia khawatir karena memerankan lansia berusia 70 tahun memerlukan penggalian memori emosional yang dalam, sesuatu yang belum banyak dialaminya.

Namun, setelah proses syuting berlangsung, pengalaman ini justru membalikkan perspektifnya. Film yang awalnya ia anggap sebagai "surat cinta" untuk anak-anaknya, malah menjadi pengingat tentang pengorbanan ibunya sendiri di masa lalu.

Nirina, yang kini berusia 46 tahun, merasa peran ini membantunya memahami arti kasih sayang seorang ibu secara lebih mendalam.

"Ternyata pas lagi menjalankan karakter ini kebalik. Jadi ceritanya malah aku diingatkan betapa dulu punya ibu dan apa yang sudah ibuku lakukan untuk menjadi seorang Nirina Zubir sekarang," ungkapnya.

Sutradara Hadrah Daeng Ratu memuji kesabaran dan dedikasi Nirina, yang berhasil menghidupkan Ibu Ristiana dengan autentik di tengah proses produksi yang melelahkan.

Film produksi Leo Pictures ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya menghargai orang tua.

Proses makeup yang panjang ini bukan hanya soal penampilan fisik, tapi juga membutuhkan ketahanan mental. Nirina harus beradaptasi dengan perubahan wajahnya yang ditutupi prostetik tebal, mulai dari keriput kulit, rambut beruban, hingga gigi palsu untuk efek lansia.

Setiap hari, tim makeup bekerja ekstra untuk memastikan transformasinya sempurna, sementara Nirina mempersiapkan diri secara emosional untuk memasuki dunia Ristiana.

Pengalaman "pre-call" ini, di mana ia harus datang empat jam lebih awal, menjadi pelajaran baru baginya tentang disiplin di industri film.

Bahkan di bawah terik matahari atau hujan deras, ia tetap bertahan demi kesempurnaan adegan, menunjukkan profesionalisme tingkat tinggi sebagai aktris berpengalaman.

Lebih dari sekadar tantangan teknis, peran ini membawa Nirina pada refleksi pribadi yang mendalam.

Ia berharap film Jangan Buang Ibu bisa menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk lebih menghargai orang tua mereka.

Kisah Ristiana yang ditinggalkan anak-anaknya
mencerminkan isu sosial nyata di masyarakat modern, di mana kesibukan sering kali mengorbankan hubungan keluarga.

 

Nirina merasa bersyukur bisa terlibat dalam proyek yang bermakna seperti ini, meski harus mengorbankan waktu dan kenyamanan pribadinya.

Dedikasi Nirina Zubir yang luar biasa, Film Jangan Buang Ibu akan menjadi salah satu film drama keluarga paling menyentuh di tahun 2026.

Totalitasnya dalam menjalani makeup 4 jam demi perankan ibu 70 tahun tidak hanya menghasilkan penampilan memukau, tapi juga pesan emosional yang kuat tentang kasih sayang ibu.

Film ini layak ditonton oleh seluruh keluarga sebagai pengingat untuk tidak pernah "buang" sosok ibu dalam hidup kita. (*)

Editor : Ali Mustofa
#nirina zubir #Film Jangan Buang Ibu