RADAR - Sutradara Fajar Martha Santosa menyiapkan kejutan khusus dalam film terbarunya, Sebelum Dijemput Nenek, dengan menghadirkan kembali berbagai hantu legendaris dari semesta film-film lama Rapi Films sebagai kameo.
Ide tersebut lahir dari diskusinya bersama produser Sunil Samtani.
Menurut Fajar, konsep ini semacam “pertemuan semesta” dari karakter-karakter ikonik Rapi Films yang kembali muncul untuk memberikan warna baru sekaligus menjadi bahan candaan dalam film tersebut.
Baca Juga: Zee Asadel Gantikan Sandrinna, Danur 4 Ungkap Masa Lalu Peter Cs
Kehadiran para makhluk gaib klasik ini juga dimaksudkan untuk memperkuat ketegangan yang ditimbulkan oleh hantu utama, Mbah Marsiyem.
Ia menegaskan bahwa seluruh karakter hantu yang dipakai berasal dari katalog internal Rapi Films.
Selain kameo supernatural, film ini juga menampilkan figur publik populer seperti kreator konten Eri Pras dan Tante Ernie, yang dipilih karena gaya komunikasi mereka dinilai sesuai dengan nuansa komedi yang ingin Fajar tonjolkan.
Keduanya juga dinilai pas mendampingi karakter Nisa yang diperankan Wavi Zihan, yang digambarkan sebagai pribadi antusias terhadap hal mistis dan aktif di media sosial.
Sementara itu, inti komedi dalam cerita tetap bertumpu pada interaksi dua tokoh kembar yang dimainkan oleh Angga Yunanda (Hestu) dan Dodit Mulyanto (Akbar).
Baca Juga: Zee Asadel Gantikan Sandrinna, Danur 4 Ungkap Masa Lalu Peter Cs
Kontras kepribadian antara Hestu yang serius dan Akbar yang santai menjadi sumber humor alami di tengah situasi penuh teror.
Aktris Sri Isworowati, pemeran Mbah Marsiyem, berharap film ini dapat membuat penonton muda lebih berani menghadapi gambaran hantu di layar.
Ia bahkan rela mengenakan prostetik berjam-jam demi menyampaikan pesan bahwa ketakutan terhadap hantu tidak perlu dibesar-besarkan.
Film horor-komedi garapan Fajar ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 22 Januari 2026.(laura)
Editor : Ali Mustofa