RADAR KUDUS - Dua legenda musik Indonesia, Iwan Fals dan Ebiet G. Ade, kembali bersatu lewat lagu “Ibu” yang dirilis oleh Musica Studios pada 3 November 2025.
Lagu ini menjadi simbol cinta tanpa syarat dan bentuk penghormatan bagi sosok ibu yang penuh kasih dan pengorbanan.
Diciptakan oleh Iwan Fals pada tahun 1977 saat ia masih remaja, lagu ini lahir dari kerinduan mendalam terhadap ibunya yang jauh di kampung halaman.
Dalam versi terbaru ini, kehadiran Ebiet G. Ade memberikan sentuhan emosional yang memperkuat makna lagu, menggambarkan perjuangan dan ketulusan seorang ibu.
Setelah kolaborasi mereka sebelumnya dalam “Titip Rindu Buat Ayah”, lagu “Ibu” hadir sebagai penyeimbang yang menegaskan peran penting kedua orang tua.
Bagi Iwan Fals, ibu adalah sumber energi kehidupan, sedangkan bagi Ebiet, ibu adalah sosok yang melekat di setiap sendi kehidupan manusia.
Lagu ini juga menjadi refleksi tentang kesederhanaan, kasih sayang, dan rasa syukur terhadap orang tua.
Pesan utama dari kolaborasi ini begitu kuat: ibu bukan sekadar sosok, melainkan rumah tempat setiap anak selalu ingin kembali.
Lirik Lagu Ibu
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekap dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Makna Lirik Lagu Ibu
Lagu “Ibu” menggambarkan pengorbanan dan ketulusan kasih seorang ibu yang tiada batas untuk anaknya.
Setiap baitnya melukiskan perjuangan panjang seorang ibu yang rela menahan sakit demi kebahagiaan sang buah hati.
Kasih ibu digambarkan seperti udara—tak terlihat namun selalu ada dan tak tergantikan. Liriknya juga menyiratkan kerinduan seorang anak untuk kembali merasakan hangatnya pelukan ibu di masa kecil.
Lagu ini menjadi bentuk penghormatan dan refleksi mendalam atas cinta tanpa syarat yang tak pernah bisa terbalas.
Editor : Mahendra Aditya