RADAR KUDUS — Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Gusti Irwan Wibowo, musisi dan penyiar radio yang lebih dikenal dengan nama Gustiwiw, di kawasan Pondok Melati, Bekasi.
Satu momen yang mencuri perhatian adalah kehadiran sang kekasih, Deandra Nadira atau yang akrab disapa Dea, yang terlihat terpukul dan tak kuasa menahan air mata saat menunggu kedatangan jenazah sang pujaan hati.
Dea datang dengan mengenakan pakaian serba hitam dipadukan dengan celana jeans. Ia berdiri di depan rumah duka dengan tatapan kosong, matanya sembab. Tangisnya pecah saat kabar bahwa jenazah Gustiwiw sedang dalam perjalanan dari Bandung akhirnya benar-benar nyata di depan mata.
“Dea terlihat sangat terpukul. Ia beberapa kali menangis dan dipeluk temannya yang mencoba menenangkannya,” ujar salah satu warga yang turut hadir.
Jenazah Gustiwiw Tiba, Tangis Pecah di Rumah Duka
Mobil jenazah yang membawa tubuh mendiang tiba sekitar siang hari. Isak tangis pun terdengar semakin jelas, terutama dari pihak keluarga dan orang terdekat almarhum.
Dea terlihat ikut mengurus persiapan pemakaman, bahkan sempat berbicara langsung dengan pengurus RT setempat terkait proses pemakaman yang rencananya dilangsungkan hari itu juga di TPU Jatisari, Bekasi.
Kesedihan yang terpancar bukan hanya karena kehilangan pribadi, tetapi juga karena sosok Gustiwiw selama ini dikenal sangat bersahabat dan penuh energi dalam keseharian.
Dea, yang selama ini selalu mendampingi Gusti dalam berbagai kegiatan musik maupun siaran, kehilangan lebih dari sekadar pasangan—ia kehilangan sosok yang jadi bagian hidupnya.
Kehilangan Talenta Langka: Musisi dengan Cita Rasa Khas
Gustiwiw tutup usia pada Minggu pagi di kawasan Lembang, Bandung, setelah dilaporkan tergelincir dan jatuh di kamar mandi.
Kepergiannya yang mendadak mengagetkan banyak pihak, terutama mereka yang mengenalnya sebagai musisi visioner dan penyiar dengan gaya siaran yang khas.
Pria berbakat ini bukan hanya tampil sebagai penyanyi, tapi juga piawai sebagai penata musik, pencipta lagu, dan produser yang pernah bekerja sama dengan nama-nama besar seperti Nadin Amizah, Sal Priadi, Ardhito Pramono, hingga Jebung. Ia juga dikenal lewat proyek solonya yang melahirkan album “Duh Gusti” pada 2023.
Tak cukup sampai di situ, Gustiwiw turut menciptakan lagu-lagu populer seperti “Diculik Cinta” dan “Lanjutkan Perjuangan Kita!”—dua nomor yang hingga kini masih sering diputar di berbagai platform musik digital.
Warisan Musik dan Gaya Tak Tergantikan
Lahir dari keluarga seniman, Gusti adalah anak dari musisi Timur Priyono, dan mewarisi darah seni yang begitu kental.
Ia bahkan menciptakan genre baru bernama endikup—singkatan dari “enak di kuping”—yang menjadi ciri khas dalam setiap karyanya.
Tak hanya berhenti di dunia musik, ia juga sempat menggarap musik latar untuk film “GJLS: Ibuku Ibu Ibu” dan aktif sebagai penyiar serta host di berbagai siniar YouTube.
Semua pencapaian tersebut membuat kepergiannya dirasakan begitu dalam, terutama oleh generasi muda yang menjadikan Gusti sebagai panutan karena keberanian dan keunikan dalam berkarya.
Dunia Hiburan Indonesia Berduka
Banyak rekan artis dan musisi yang mengungkapkan duka mereka di media sosial. Ucapan belasungkawa terus berdatangan, membuktikan bahwa Gustiwiw adalah pribadi yang dicintai, dihormati, dan akan terus dikenang.
Kehilangan ini bukan hanya soal kehilangan seorang musisi, tetapi kehilangan sosok yang membawa warna baru dalam industri hiburan Tanah Air.
Seorang visioner yang tak ragu menciptakan gaya baru dan meninggalkan jejak kuat dalam setiap langkahnya.
Selamat jalan, Gustiwiw. Musikmu tak akan pernah padam. Dan bagi Dea, seluruh Indonesia turut merasakan luka yang kau tanggung. Doa kami bersamamu.
Editor : Mahendra Aditya