RADAR KUDUS - Konflik panas tengah membayangi industri musik Tanah Air. Lagu legendaris Nuansa Bening yang dulu begitu menyentuh hati, kini justru menyeret dua nama besar ke dalam pusaran sengketa:
Keenan Nasution, salah satu pencipta lagu tersebut, dan Vidi Aldiano, penyanyi yang selama ini dikenal membawakannya.
Yang mencengangkan, hingga saat ini, Vidi memilih bungkam, sementara pihak Keenan terus membeberkan fakta demi fakta yang mengejutkan publik.
Diamnya Vidi, Meningkatnya Tekanan Publik
Sudah lebih dari 16 tahun lagu Nuansa Bening dibawakan ulang oleh Vidi Aldiano, namun baru belakangan ini polemik soal hak cipta dan royalti mencuat ke permukaan.
Keenan Nasution, bersama rekannya Rudi Pekerti sebagai pencipta lagu, akhirnya angkat bicara. Yang menjadi sorotan, Vidi hingga kini belum memberikan klarifikasi resmi, meskipun tudingan serius telah dilayangkan.
Ketegangan semakin memuncak ketika Daryl Nasution, anak Keenan yang tinggal di Australia, angkat suara.
Melalui unggahan di media sosial, Daryl mengungkap kronologi panjang yang menurutnya selama ini tertutup dari publik.
Ia menyebut bahwa pada tahun 2008, ayah Vidi sempat meminta izin untuk merekam lagu itu melalui label rekaman miliknya, Suara Hati.
Kejanggalan dan Dugaan Pelanggaran
Namun menurut Daryl, setelah izin awal itu, tidak ada komunikasi lanjutan dari pihak Vidi atau manajemennya.
Semua mengalir tanpa kabar hingga Juli 2024, ketika lagu Nuansa Bening tiba-tiba digunakan dalam kampanye iklan.
Di sinilah Keenan mencoba menjalin komunikasi kembali melalui agensi periklanan yang terlibat.
Pertemuan antara manajemen Vidi dan Keenan akhirnya terjadi. Namun alih-alih menyelesaikan dengan kesepakatan, pertemuan itu justru memunculkan kekecewaan.
Pihak Vidi disebut hanya memberikan "tanda terima kasih" sebesar Rp 50 juta, yang langsung ditolak Keenan.
Bagi Keenan, masalah ini bukan soal uang semata, tapi soal penghargaan atas karya yang sudah melegenda.
Daryl bahkan mengungkap kejanggalan besar di sejumlah platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.
Ia menemukan bahwa metadata lagu tersebut mencantumkan VA Records sebagai label dan bahkan menyebut Vidi Aldiano sebagai pencipta lagu.
Sebuah klaim yang sangat serius karena bisa memengaruhi pembagian royalti secara besar-besaran.
Dukungan Penuh dari Keluarga
Daryl dan sang kakak, Jenahara, kompak membela ayah mereka. Dalam konferensi pers yang digelar awal Juni 2025, keduanya menyuarakan kekecewaan mendalam. Daryl menegaskan bahwa Nuansa Bening bukan lagu sembarangan.
Lagu ini pernah dinobatkan oleh majalah Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu dari 150 lagu terbaik sepanjang masa.
“Saya kecewa luar biasa. Bukan cuma karena tidak dihargai, tapi karena tidak ada adab. Tidak ada ucapan terima kasih, tidak ada permintaan maaf, tidak ada bentuk penghormatan,” ujar Daryl secara emosional.
Jenahara pun menambahkan bahwa ayahnya menciptakan lagu bukan demi materi. "Ayah saya tidak pernah menjual lagu.
Dia tidak mencari uang dari sini. Ini soal kehormatan dan penghargaan terhadap karya seni," katanya tegas.
Upaya Damai yang Gagal
Sempat ada tiga pertemuan antara kedua belah pihak pada November 2024. Namun, tak satu pun membuahkan hasil.
Ketika Keenan menuntut transparansi dan pertanggungjawaban atas eksploitasi lagunya selama 16 tahun, pihak Vidi dinilai tidak memberikan klarifikasi yang memadai.
Kini, dengan Vidi Aldiano yang masih memilih diam, tekanan dari publik dan media sosial pun semakin membesar.
Netizen mulai bertanya-tanya: mengapa Vidi tidak segera memberikan penjelasan? Apakah memang ada pelanggaran hak cipta? Atau hanya miskomunikasi panjang yang dibiarkan menggantung?
Reputasi Dipertaruhkan
Bagi Keenan Nasution dan keluarganya, ini bukan hanya soal royalti. Ini adalah soal integritas dan etika dalam dunia musik.
Jika benar VA Records mencantumkan nama Vidi sebagai pencipta lagu tanpa izin, maka itu adalah pelanggaran serius terhadap hak moral dan hukum pencipta lagu.
Sementara bagi Vidi Aldiano, diam terlalu lama justru bisa menjadi bumerang. Reputasinya sebagai musisi yang selama ini dikenal ramah dan beretika dipertaruhkan.
Akhir yang Masih Menggantung
Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Vidi Aldiano atau pihak manajemennya. Publik masih menunggu, sementara keluarga Keenan terus melangkah mencari keadilan.
Konflik ini membuka mata banyak pihak tentang pentingnya menghormati hak pencipta dalam industri musik. Lagu bisa abadi, tapi penghargaan terhadap pencipta harus menjadi prinsip utama yang tidak boleh diabaikan.