RADAR KUDUS - Niken Salindry, penyanyi muda berbakat asal Kediri, Jawa Timur, kembali memukau penonton dengan penampilannya yang emosional dalam lagu "Suratan" bersama OM Lorenza.
Video berjudul "SURATAN - NIKEN SALINDRY ft OM LORENZA | INGIN KU MENANGIS SAAT KU TERPAKU | LIVE JADUL" ini dipublikasikan oleh Himawan Music pada 14 Maret 2025 dan telah ditonton lebih dari 196.000 kali.
Lagu "Suratan" awalnya dipopulerkan oleh Tommy J. Pisa pada tahun 1987 dan diciptakan oleh Acil Pasra.
Liriknya menggambarkan perasaan mendalam tentang nasib dan kehidupan yang penuh liku.
Dalam versi ini, Niken Salindry berhasil menyampaikan emosi lagu dengan sangat baik, membuat pendengar terbawa suasana.
Niken Salindry, lahir pada 29 Juni 2008, adalah putri dari dalang terkenal Ki Degleng Gondosupono dan Wiwin Arumita, seorang penata rias.
Ia memulai kariernya sebagai sinden sejak usia 2 tahun dan mulai tampil di panggung pada usia 4 tahun. Namanya semakin dikenal setelah menyanyikan lagu "Mangku Purel" dalam versi campursari yang sempat trending di YouTube.
OM Lorenza, grup musik yang mengiringi Niken dalam penampilan ini, terdiri dari musisi berbakat seperti Mas Joko Lodang (MC), Mas Tomy (drum), Lek Surip (ketipung), Mas Sidik (bass), Mas Jayus (mandolin), Mas Agus (gitar 1), Mas Adek (gitar 2), Mas Parno (keyboard 1), Mas Supri (keyboard 2), dan Lek Luthik (tamborin). Kolaborasi mereka menghasilkan harmoni yang memikat dalam lagu ini.
Video ini juga menampilkan produksi berkualitas tinggi dengan dukungan dari Himawan Music Studio dan Zeta Cinema.
Kualitas audio dan visual yang baik menambah kenikmatan menonton penampilan ini.
Bagi yang ingin menikmati penampilan Niken Salindry dan OM Lorenza dalam lagu "Suratan", video lengkapnya dapat ditonton di kanal YouTube Himawan Music.
Baca Juga: Lirik, Arti dan makna Lagu SERAT PENJAJAH - Cantika Adella - OM ADELLA
Lirik lagu Suratan:
Ingin ku menangis saat ku terpaku
Mengenangkan nasib diri yang tiada arti
Tak pernah kunikmati megahnya dunia
Bahkan ku tak pernah tahu cantiknya raut wajahmu
Duhai Kekasih
Hari-hari berlalu bagai dalam mimpi
Seakan ku berjalan di balik awan kelabu
Yang ada hanya hitam
Yang ada hanya kelam
Aku melangkah dengan perasaan
Mengapa daku terlahir ke dunia ini?
Hanya menanggung beban duka dan derita
Pernah kusesali, namun, itu tiada arti
Kini aku sadari, semua itu suratan dari-Nya
(Tabahkan hatimu kasih.., tabahkan hatimu sayang)
Hari-hari berlalu bagai dalam mimpi
Seakan ku berjalan di balik awan kelabu
Yang ada hanya hitam
Yang ada hanya kelam
Aku melangkah dengan perasaan
Mengapa daku terlahir ke dunia ini?
Hanya menanggung beban duka dan derita
Pernah kusesali, namun, itu tiada arti
Kini aku sadari, semua itu suratan dari-Nya
(Tabahkan hatimu kasih.., tabahkan hatimu sayang)
Mengapa daku terlahir ke dunia ini?
Hanya menanggung beban duka dan derita
Pernah kusesali, namun, itu tiada arti
Kini aku sadari, semua itu suratan dari-Nya
Kini aku sadari, semua itu suratan dari-Nya
Editor : Mahendra Aditya