Cara Membedakan Pinjaman Online yang Sah dengan yang Ilegal

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:01 WIB
Dr. Dianing Ratna Wijayani
Dr. Dianing Ratna Wijayani

 

Pertanyaan:

"Bu Dosen, usaha saya jualan produk kerajinan dan oleh-oleh khas Kudus lewat marketplace dan media sosial. Belakangan saya sering ditawari pinjaman modal cepat tanpa jaminan dari aplikasi yang tidak saya kenal, dan saya juga dengar soal penipuan berbasis AI seperti suara atau video palsu yang menyamar sebagai orang lain. Bagaimana saya bisa membedakan pinjaman online yang sah dengan yang ilegal, dan bagaimana usaha kecil seperti saya bisa waspada terhadap ancaman fraud berbasis teknologi baru seperti AI ini?"-Bu Rina

Jawaban:

Waspada Pinjol Ilegal dan Fraud Berbasis AI

Ibu Rina Kartika, pemilik usaha kerajinan dan oleh-oleh khas Kudus yang berjualan lewat marketplace, sering ditawari pinjaman modal cepat tanpa jaminan dan khawatir soal penipuan suara atau video palsu berbasis AI.

Ia bertanya cara membedakan pinjaman legal-ilegal dan cara waspada terhadap ancaman ini.

Ciri pinjaman ilegal: tidak terdaftar OJK, menawarkan agresif tanpa pengajuan sebelumnya, meminta akses berlebihan ke kontak dan galeri, serta bunga tidak transparan.

Selalu cek legalitas lewat kanal resmi OJK sebelum merespons.

Alternatifnya: KUR bersubsidi, atau fintech berizin OJK yang menilai kelayakan dari riwayat transaksi marketplace. 

Ancaman AI kini meliputi voice cloning dan video deepfake yang meniru suara atau wajah orang dikenal untuk meminta transfer dana mendesak, serta pesan chat berbasis AI yang menyamar sebagai admin resmi.

Strategi pertahanan: verifikasi lewat kanal berbeda, misalnya menelepon balik ke nomor tersimpan, tetapkan kata sandi keluarga untuk permintaan dana mendesak, batasi eksposur suara dan wajah di ranah publik, dan edukasi keluarga atau karyawan.

Prinsip dasarnya: selalu verifikasi independen, jangan tergesa, dan beri jeda minimal satu jam sebelum mentransfer dana signifikan.

 

Oleh: Dr. Dianing Ratna Wijayani, S.E., M.Si., Akt (Dosen Akuntansi FEB UMK)

 

Editor : Ali Mustofa
usaha kerajinan ancaman ai marketplace pinjaman modal