Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dukung Pelestarian Budaya Lokal, PT Semen Gresik di Rembang Dampingi Kelompok Seni Singo Wahyu Wibowo

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 3 Juli 2025 | 17:41 WIB

 

LESTARIKAN BUDAYA: PT Semen Gresik mendampingi kelompok Seni Singo Wahyu Budoyo di Desa Pasucen, Kecamatan Guneng, Rembang.
LESTARIKAN BUDAYA: PT Semen Gresik mendampingi kelompok Seni Singo Wahyu Budoyo di Desa Pasucen, Kecamatan Guneng, Rembang.

REMBANG – PT Semen Gresik Pabrik Rembang anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berkomitmen ikut menjaga warisan budaya lokal.

Komitmen terhadap budaya lokal ini direalisasikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesenian.

Salah satunya yakni mendukung kelompok kesenian tradisional Singo Wahyu Wibowo (SWW), kesenian reog dari Desa Pasucen, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang.

Sejak 2020 hingga 2025, PT Semen Gresik telah menyalurkan total bantuan sebesar Rp 302 juta untuk mendukung program tersebut.

Bantuan terebut berupa penyediaan seperangkat gamelan, perlengkapan reog, kostum tari, serta berbagai sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Singo Wahyu Wibowo merupakan salah satu kelompok kesenian tradisional yang memadukan unsur tari, musik gamelan, serta simbolisme spiritual khas budaya Jawa.

Selain menjadi hiburan masyarakat, kesenian ini juga berperan dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal, memperkuat ikatan sosial, serta mengiringi berbagai upacara adat desa.

Keberadaan kelompok ini menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal masih hidup dan terus berkembang di tengah arus modernisasi.

Ketua kelompok seni SWW, Sahrul Firmansyah, mengungkapkan pendampingan dari Semen Gresik telah membawa dampak besar bagi perkembangan kelompok kami.

”Dulu kami tampil dengan perlengkapan seadanya. Sekarang, berkat bantuan dan bimbingan dari Semen Gresik, kami bisa tampil lebih profesional dan mandiri. Bahkan kami sudah diundang tampil ke luar daerah, sampai Tuban, Jawa Timur,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, SWW memiliki lebih dari 76 anggota.  Rinciannya sebanyak 45 anggota senior dan 31 orang adalah junior sebagai regenerasi.

Anggota tak hanya berasal dari Desa Pasucen saja, namun juga berasal dari berbagai desa di Kabupaten Rembang.

Dalam pementasan, sering menampilkan tarian tradisional seperti Reog Ponorogo, Rampak Barongan, Tari Jathilan, Tari Bujang Ganong, Tari Buto, Tari Warok, hingga Tari Orek-orek.

Sementara itu, Senior Manager of Communication & CSR PT Semen Gresik, Sulistyono, menuturkan program Sahabat Seni Semen Gresik (SGSS) adalah bagian dari strategi sosial perusahaan untuk memperkuat konektivitas dengan masyarakat melalui pelestarian budaya.

”Kami percaya seni dan budaya adalah bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Dukungan terhadap SWW merupakan cara kami untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa selain kesenian, Semen Gresik juga menjalankan program pemberdayaan lain yang menyasar anak muda desa sekitar perusahaan.

Seperti Edupark, P4T (pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan terpadu), hingga program Sahabat Ternak.

”Tujuan utamanya adalah membangun SDM yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi di masa depan,” tandasnya.

Upaya pelestarian SWW menjadi simbol harmonisasi antara perkembangan industri dan pelestarian tradisi.

Harapannya, generasi muda semakin tergerak untuk mencintai dan mengembangkan budaya local. Para anak muda diharapkan menjadikan budaya lokal sebagai jati diri sekaligus peluang masa depan. (*/him)

Editor : Ali Mustofa
#Kearfian Lokal #budaya lokal #rembang #semen gresik #kelompok tani #gamelan #kesenian