Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Pekerja KDMP Blora Belum Terima Gaji, Stok Barang Subsidi Habis dan Restock Tak Kunjung Datang

Ali Mustofa • Selasa, 14 Juli 2026 | 15:20 WIB
RAK ADA YANG KOSONG: Pekerja KDMP Desa Jejeruk, Blora Kota, menata dagangan di rak penjualan kemarin. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)
RAK ADA YANG KOSONG: Pekerja KDMP Desa Jejeruk, Blora Kota, menata dagangan di rak penjualan kemarin. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)

BLORA – Pekerja di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Blungun, Kecamatan Jepon, tak kunjung mendapatkan bayaran.

Hal serupa juga terjadi di banyak KDMP lain di Kabupaten Blora. Di Blora sendiri, pada 16 Mei lalu sudah ada launching 55 KDMP.

Kemudian koperasi itu, mulai beroperasi pada 21 Juni. KDMP Desa Blungun menjadi satu di antaranya.

Asisten Manajer KDMP Desa Blungun Ahmad Ryanto mengatakan, sejak awal pihaknya dijanjikan menerima gaji operasional yang sebelumnya dijanjikan Rp 1,9 juta untuk masa kerja 25 hari.

“Namun hingga kini be lum menerima,” benernya

Menurutnya, informasi yang diterima, baru pengelola KDMP Desa Ngloram dan Mulyorejo, Kecamatan Cepu, serta Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, yang telah menerima gaji.

Padahal di KDMP Desa Blungun terhitung berjalan lancar. Menunjukkan kinerja baik.

Transaksi penjualan di KDMP Blungun rata-rata mencapai Rp 1 juta per hari. Total keseluruhan kurang selama beroperasi lebih dari Rp 25 juta.

Sistem pembayaran yang sebelumnya dilakukan secara manual, kini juga telah beralih melalui transfer menggunakan layanan BRILink.

“Penjualan tetap berjalan setiap hari. Uang hasil penjualan juga terus kami setorkan, tetapi sampai sekarang (kemarin, Red) barang (dagangan) belum juga dikirim lagi,” ujarnya.

Menurut Ahmad, kondisi tersebut membuat stok barang yang sebelumnya didistribusikan terus ber kurang.

Bahkan, beberapa jenis barang sudah habis, sehingga dikhawatirkan mengganggu pelayanan kepada masyarakat atau konsumen.

“Kami sangat menyayangkan. Barang yang di-drop sebelumnya semakin menipis. Bahkan, ada yang sudah habis. Saat kami tanyakan ke pihak Agrinas (distributor dagangan), jawabannya barang harus dikirim dari pusat. Logikanya, seharusnya di tingkat kabupaten sudah ada gudang distributor, sehingga distribusi bisa lebih cepat,” katanya.

Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Blora juga melaporkan stok barang subsidi di KDMP Blora menipis.

Namun, laporan tersebut belum ditindaklanjuti oleh Agrinas.

Dandim 0721/ Blora Letkol Kav Yudi Agus Setiyanto mengaku telah melaporkan kekosongan stok barang KDMP ke Agrinas.

Hal itu, ia sampaikan kepada pihak yang mempunyai wewenang.

“Intinya kami dari Kodim Blora hanya menyampaikan ke Agrinas. Selanjutnya Agrinas menyampaikan ke Wilmar atau suplier besar,” ucapnya.

Pihaknya juga sudah mendapat keluhan dari beberapa desa terkait stok barang di KDMP kosong.

Namun, operasional KDMP sepenuhnya dijalankan oleh Agrinas dan bukan Kodim.

“Lebih dari lima desa sudah lapor stok dan menanyakan jadwal restock. Karena sebetulnya operasional itu dari Agrinas, bukan di kami,” ungkapnya.

Ketua KDMP Desa Jejeruk Jefryanto mengaku, barang-barang subsidi di KDMP Jejeruk, Blora Kota, sudah kosong.

Minyak dan beras subsidi sudah habis sejak launching pada 22 Juni lalu.

“Barang subsidi itu ada pas launching saja. Itu pun langsung habis. Sampai saat ini, juga belum ada stok lagi dan tidak tahu kapan ada lagi,” ucapnya.

Ia menyampaikan, untuk barang-barang di KDMP itu dari Kodim.

Kendaraan operasional yang dipakai untuk mengambil barang juga di Kodim.

“Tapi ini belum ada instruksi lagi, yang ada di toko hanya barang-barang tidak bersubsidi. Untuk jumlah stok juga kami laporkan setiap hari,” ungkapnya. (tos/ari/lin)

Editor : Ali Mustofa
#stok barang subsidi #pekerja kdmp #layanan BRILink #kodim blora