BLORA – Peristiwa tragis menimpa seorang pelajar berinisial MA (10), warga Dukuh Ngapus, Desa Ketringan, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora.
Bocah tersebut meninggal dunia setelah terkena ledakan petasan berukuran besar di halaman rumahnya, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapolsek Jiken, AKP Sulbekti, mengungkapkan kejadian bermula saat korban bersama seorang temannya menemukan sebuah petasan berdiameter sekitar 10 sentimeter dengan panjang 15 sentimeter di selokan bawah tower air, sehari sebelumnya.
Petasan itu kemudian dibawa pulang dan disimpan di rumah korban.
Keesokan harinya, korban mengajak dua rekannya, MAA (7) dan FA (9), untuk menyalakan petasan tersebut di halaman.
Saat sumbu mulai dibakar menggunakan korek api, kedua temannya sempat menjauh sejauh kurang lebih dua meter.
Namun korban tetap berada di dekat petasan karena mengira benda tersebut tidak akan meledak.
Tak lama berselang, petasan tersebut justru meledak dengan kekuatan cukup besar hingga mengenai tubuh korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar di bagian dagu, dada kiri, dan kaki kanan.
Luka parah pada bagian dada menyebabkan kerusakan organ dalam yang berujung pada kematian.
Selain menelan korban jiwa, insiden ini juga mengakibatkan dua anak lainnya mengalami luka ringan pada bagian kaki dan paha akibat percikan serta dampak ledakan. Keduanya kini menjalani perawatan jalan.
Mendapatkan laporan kejadian tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi bersama tim Inafis Polres Blora untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sisa-sisa material petasan di lokasi.
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih ketat dalam mengawasi aktivitas anak-anak.
Bermain petasan, terutama yang memiliki daya ledak tinggi, dinilai sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Salah seorang warga sekitar, Tamsir, menyebut korban merupakan siswa kelas 4 sekolah dasar.
Ia mengaku mengetahui kejadian tersebut dari kabar warga saat tidak berada di rumah.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan petasan, terutama di kalangan anak-anak.