Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Update Pencarian 5 Siswa yang Tenggelam di Sungai Lusi Blora, Satu Korban Ditemukan Meninggal

Eko Santoso • Kamis, 11 Desember 2025 | 21:40 WIB
TERUS MENCARI: Petugas gabungan BPBD Kabupaten Blora, kepolisian, TNI dan masyarakat saat mengangkat satu korban tenggelam yang diketemukan.
TERUS MENCARI: Petugas gabungan BPBD Kabupaten Blora, kepolisian, TNI dan masyarakat saat mengangkat satu korban tenggelam yang diketemukan.

BLORA – Satu dari lima korban tenggelam di Sungai Lusi ditemukan setelah enam jam pencarian.

Korban ditemukan pada pukul 13.00. Dalam keadaan meninggal. 

Diberitakan sebelumnya, 8 siswa atau santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Ma'un tenggelam di Sungai Lusi.

Tepatnya di wilayah Kelurahan Kedungjenar Kecamatan Kota. 

Dari jumlah tersebut, tiga anak selamat sementara lima lainnya tenggelam. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Blora, kepolisian, TNI dan warga terus mencari.

Dari lima korban tenggelam itu pada pukul 13.00 salah satu korban ditemukan setelah pencarian 6 jam dengan mengerahkan 4 perahu karet. 

Penemuan itu sekitar 20 meter dari titik kejadian. Untuk sementara, identitas korban belum diketahui, langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Blora. 

Kabid Pelayanan RSUD R. Soetidjono, dr. Farida Laela menyebut satu korban yang dibawa ke RSUD itu meninggal. 

"Setahu saya sudah di posisi kamar jenazah," katanya. 

Kasatreskrim polres Blora AKP Zaenul Arifin menjelaskan, satu korban yang ditemukan itu berjarak sekitar 20 meter dari 3 rekannya yang ditemukan selamat saat tersangkut.

"Penemuan satu korban itu berjarak sekitar 20 meter dari 3 temannya. Saat ini masih proses pencarian 4 korban lainya," jelas Kasatreskrim.

Dijelaskan, bahwa ada 60 anak yang mengunjungi rumah ustad-nya karena saat ini masa setelah ujian.

Lalu 8 anak berpisah karena memiliki niat bermain ke dekat sungai Lusi.

"Keterangan dari ustad nya anak-anak suka mencari kerang saat kondisi sungai mengering," tuturnya.

Kasatreskrim Polres Blora juga menjelaskan bahwa anak-anak tersebut bermain tanpa sepengetahuan ustad. 

"Menurut keterangan, setelah pak ustad tau langsung menuju sungai, sesampainya malah sudah kejadian," terangnya. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#Muhammadiyah #blora #tenggelam #sungai lusi blora