Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Alasan KPH Randublatung Blora Gandeng Pihak Ketiga untuk Kelola Hutan Kota

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 16:58 WIB
TAK TERAWAT: Hutan Kota Randublatung yang tak terawat, ditumbuhi rumput liar.
TAK TERAWAT: Hutan Kota Randublatung yang tak terawat, ditumbuhi rumput liar.

BLORA – Lantaran terbengkalai, KPH Randublatung buka potensi kerjasama dengan pihak ketiga untuk kelola Hutan Kota Randublatung.

Yakni wisata alam yang berada tepat di tepi jalan arah Blora Kelurahan Wulung, Kecamatan Randublatung.

Tempat wisata itu saat ini tampak kurang terurus. Banyak tanaman liar tumbuh.

Padahal kawasan itu semula digadanggadang bakal menjadi kawasan edukasi dan tempat rekreasi yang memiliki prospek cukup menjanjikan.

Kawasan hutan wisata yang dibangun sejak 2024 kalau itu berdiri di lahan puluhan hektar yang berada di petak 109 RPH Jati Kusumo BKPH Kedung Jambu itu kini justru mirip hutan liar.

Fasilitas seperti wahana bermain, lapangan voli, koleksi ribuan tanaman dan bumi perkemahan kini tak lagi tersisa.

Salah seorang warga, Wawan, mengatakan bahwa dirinya menyayangkan jika kondisi hutan kota yang sekarang ini biarkan mangkrak dan tidak terurus.

Dirinya masih mengingat betul akan kejayaan kawasan hijau hutan kota yang dulu sempat menjadi tujuan wisata warga di Blora Selatan.

“Dulu tempat ini cukup bagus cukup ramai dan sering digunakan sebagai lokasi event jalan sehat, motor cross, dan beberapa event besar lainnya,” ujarnya.

Meskipun dirinya menyadari bahwa untuk pengelolaan hutan kota tersebut menggunakan anggaran yang cukup besar namun dirinya berharap ada terobosan yang dilakukan oleh pihak KPH Randublatung.

Yaitu untuk bisa menawarkan kepada pihak ketiga untuk dilakukan pengelolaan dan dikembangkan kembali menjadi objek wisata.

Administratur, KPH Randublatung, Herry Merkussiyanto Putro, mengakui jika kondisi tempat tersebut belum mendapatkan perhatian khusus.

Namun dirinya membuka peluang bagi pihak ketiga untuk melakukan kerjasama apabila memiliki program untuk melakukan pengembangan di hutan kota.

“Silakan, kami terbuka. Jika ada yang ingin bekerjasama untuk pengembangan disana,” katanya.

Bahkan, saat ini pihaknya juga telah bekerjasama dengan beberapa petani sekitar. Dengan ditanami beberapa pohon buah-buahan. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#hutan kota #tempat rekreasi #blora #KPH Randublatung