BLORA - Siapa sangka di kompleks pendopo kabupaten Blora terdapat kebun.
Kebun itu ditanami berbagai jenis tanaman hingga budidaya ikan. Bahkan juga dirancang menjadi agro eduwisata.
Kebun tersebut dikelola TP PKK Kabupaten Blora dengan didampingi Dinas Pangan Pertanian Peternakan Dan Perikanan (DP4) Blora.
Terdapat berbagai jenis tanaman hingga peternakan.
Beberapa tanaman itu seperti cabai, terong, hingga buah-buahan seperti pepaya. Juga ada Bioflok yang digunakan untuk budidaya lele, nila hingga patin.
Ketua Bidang 3 TP PKK Blora, Evi Kartikasari mengatakan kebun PKK di kompleks pendopo itu dijadikan percontohan untuk kebun PKK di desa-desa.
"Selanjutnya, juga untuk memanfaatkan lahan bagi para keluarga pra sejahtera," jelasnya.
Ia menjelaskan, kebun tersebut diisi dengan berbagai macam tanaman sayuran dan buah. Selain itu juga terdapat budidaya ikan.
"Tanaman-tanaman yang bisa dimanfaatkan ini nantinya bisa dimanfaatkan sebagai kebutuhan dapur keluarga. Seperti cabai, terong, timun, dan lain sebagainya," ujarnya.
Dari hasil panen tanaman, buah dan budidaya ikan itu dibagikan kepada warga sekitar dengan sasaran utama keluarga stunting.
"Alhamdulillah sudah panen 25 kilogram ikan patin. Kami budidayakan. Nanti hasilnya kami bagikan keluarga di kelurahan-kelurahan yang terdapat anak stunting," tuturnya.
Ia juga mengatakan, selain Agro Eduwisata, pihaknya juga menganjurkan para ibu yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk menanam tanaman yang bermanfaat untuk bahan dapur.
"Jadi nanti ibu-ibu bisa mandiri untuk memenuhi kebutuhan dapur,’’ ujarnya.
Sekretaris DP4 Blora, Lilik Setyawan mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan TP PKK untuk pendampingan.
"Kami beri teori dan suplai tanamannya. Serta juga ajari bagaimana cara berbudidaya ikan," terangnya.
Sejauh ini menurutnya hasilnya memuaskan. Sebab tanaman tumbuh bagus. Juga hasil panen. Termasuk dalam budidaya ikan.
"Alhamdulillah sudah jalan beberapa bulan ini. Dan hasilnya memuaskan. Hari ini kami bisa panen ikan patin 25 kilogram dalam 1 kolam saja," tambahnya. (tos)
Editor : Ali Mustofa