Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dapur Makan Bergizi Gratis Dibangun di Cepu Blora, Sewa Lahan selama Lima Tahun, Begini Potretnya

Arif Fakhrian Khalim • Rabu, 12 Februari 2025 | 16:36 WIB

 

BANGUNAN: Pembangunan dapur gizi mandiri di Desa Kentong, Cepu, Kabupaten Blora.
BANGUNAN: Pembangunan dapur gizi mandiri di Desa Kentong, Cepu, Kabupaten Blora.

BLORA – Pembangunan proyek dapur umum bertuliskan “Badan Gizi Nasional, Deputi Pengadaan Umum” berdiri di Desa Kentong, Kecamatan Cepu.

Namun, dapur umum tersebut bersifat mandiri dan memakai dana pribadi dengan menyewa lahan selama lima tahun.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kudus, dalam papan informasi proyek tercantum bahwa pembangunan dapur gizi dilakukan oleh PT Karisma Talenta Agung.

Pembangunan dapur umum itu dimulai dengan tanggal kontrak 8 Januari dan waktu pelaksanaan ditetapkan selama lima minggu.

Pelaksana PT Karisma Talenta Agung Suryana mengatakan, dapur gizi itu dibangun diatas tanah sertifikat hak milik dari kepala dusun setempat. Untuk luas bangunan dapur gizi 21x21.

“Itu pemilihan tanah, titik penentuan tanah, tim verifikasi tanah, kemiringan dan harga sewa itu langsung ditentukan oleh badan gizi nasional (BGN). Jadi memang ada beberapa dapur umum anggarannya ada yang dari pribadi bersifat mandiri dan ada yang bersifat resmi dari pemerintah,” ucapnya.

Ia menjelaskan untuk pembangunan dapur gizi itu di luasan tanah 1.240 meter persegi dan disewa selama lima tahun.

Dari BGN sudah mengarahkan untuk menyewa selama lima tahun.

“Kontraktor kami itu sudah rencana mendirikan di Cepu, Magelang dan Wonogiri. Dapur gizi selesai itu kalau tidak ada kendala targetnya selesai 17 Februari,” ujarnya.

Pihaknya menyampaikan, setelah bangunan selesai itu akan ada verifikasi kelayakan, uji kelayakan dapur, rekrutmen sumber daya manusia (SDM), dan pelatihan tim SDM.

“Terus titiknya itu radius dari 5 km itu mencakup berapa sekolahnya itu ada sendiri. Jadi memang yang dicari memang harus cukup di 3.500 porsi minim,” tuturnya.

Sadimin Kepala Dukuh Ngepung Desa Kentong mengaku tanah yang dibangun dapur gizi itu lahan miliknya.

“Awalnya ada yang survei tanah untuk membangun dapur gizi, mereka bilang mau menyewa lahan. Kesepakatan penyewaannya itu Rp 20 juta per tahun. Sewanya selama lima tahun,” katanya. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#BGN #dapur umum #blora #Makan Bergizi Gratis