BLORA – Sejumlah sedulur sikep Samin dari beberapa daerah jalan kaki menuju Blora dalam rangka menghadiri acara Festival Budaya Spiritual 2024. Mereka berasal dari Pati dan Kudus.
Aksi jalan kaki itu sebagai manifestasi untuk 'laku jejeg' meneruskan ajaran Samin Surosentiko.
Baca Juga: Ada Apa? DPRD Blora Sidak Penambangan Minyak di Perkebunan, Ini Temuannya
Festival ini digelar tiga hari berturut-turut. Acara akan dimulai pada 8 Juli dengan berbagai gelaran budaya dan seni.
Lalu berlanjut pada 9 Juli dengan sarasehan terkait Ajaran Samin dan Relevansinya di Era Kekinian.
Baca Juga: Jelang Pilkada Blora, Arief Rohman Berpotensi Gandeng Kakak Wakapolri, Ini Sosoknya
Acara puncak pada 10 Juli yakni Rembug Sedulur Sikep yang dihadiri masyarakat Samin dari berbagai daerah, berkumpul di Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung, Blora.
Sedulur Sikep dari berbagai daerah nantinya akan turut menghadiri acara itu.
Uniknya, beberapa memilih jalan kaki.
Baca Juga: Makin Dinamis, Gerindra Beri Sinyal Merapat ke Poros PKB Jelang Pilkada Blora
Baca Juga: Dinas Pendidikan Blora Ikuti Bimtek Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan Jawa Tengah
Mereka di antaranya Gunretno dari Sukolilo, Pati; Warsidi dari Bulung, Kudus; Sukilan dari Sukolilo, Pati; Kuwat dari Sukolilo, Pati; dan Gunondo dari Sukolilo, Pati.
Perjalanan dari Pati sampai ke Ploso Kediren, Randublatung, Blora itu ditempuh selama tiga hari. Mereka tiba di lokasi tujuan pada Jumat (6/7).
Baca Juga: Perda RTRW Blora Bermasalah, 16 Perusahaan Galian C Tak Bisa Berproduksi, Begini Penjelasannya
Dalam sebuah video yang beredar, Gunretno sedulur sikep dari Pati menjelaskan mereka sengaja melakukan tindakan itu.
Sebagai ikhtiar kecil melanjutkan perjuangan Samin Surosentiko.
"Saat ini tidak ada lagi yang namanya mbah (Samin Surosentiko). Soal lakon Sikep nang ndi bae, kang dadi tatanan lakon yang diantepi sedulur semuanya. Baik dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Blora, Kudus, Pati, Grobogan, Rembang," jelasnya.
Baca Juga: Kabar Baik, Tradisi Ruwat Agung Milik Warga Sedulur Sikep Blora Diakui sebagai Kekayaan Intelektual
Baca Juga: Dianggap Buat Onar, ODGJ di Karangjati Blora Dihajar Massa, Begini Kronologinya
Menurutnya pihaknya dan sedulur sikep sekarang harus melanjutkan tindakannya. Dan melumuri apa yang telah dicetuskan Samin Surosentiko.
"Nutukne lakone. Ngeluhuri babade. Sak penemu ojo mung dadi migunani dewe. Nak iso migunani kanggo liyane. (Melanjutkan perjuangan. Melestarikan keturunannya. Setiap hal yang baik jangan hanya digunakan untuk diri sendiri. Tetapi, juga untuk banyak orang)," paparnya.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto: Perizinan Tambang Mandek, PAD Terhambat
Baca Juga: Dinas Pendidikan Blora Undang Beberapa Sekolah yang Diusulkan Peroleh DAK 2025, Berikut Daftarnya!
Ia pun mengajak generasi sekarang sama-sama membulatkan tekad meneruskan nilai-nilai luhur yang telah diterapkan Samin Surosentiko.
"Buletin tekad itu yang membuat saya tergerak. Jadi saya bisa melupakan kenakalan. Saya takut pada anak saya," imbuhnya. (tos)
Editor : Noor Syafaatul Udhma