Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Razia Pasar Jelang Ramadan, Dinas Pangan Blora Temukan Ikan Asin Berformalin dan Cabai Berpestisida

Arif Fakhrian Khalim • Sabtu, 24 Februari 2024 | 00:35 WIB

 

CEK BAHAN: Tim bidang ketahanan pangan lakukan uji coba kandungan dalam ikan dan sayuran di pasaran.
CEK BAHAN: Tim bidang ketahanan pangan lakukan uji coba kandungan dalam ikan dan sayuran di pasaran.

BLORA - Menjelang Bulan Ramadhan, Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP 4) Blora gelar pemeriksaan bahan pangan.

Ditemukan ikan asin dan beberapa sayuran mengandung bahan berbahaya formalin di Pasar Sidomakmur Blora.

Ikan asin berformalin itu ditemukan tim bidang pangan DP 4 saat melakukan razia dan mengambil sample beberapa ikan dan sayuran di pasar itu.

Karena keterbatasan laboratorium, tim sidak membawa 22 sample sayuran dan daging untuk melakukan uji lab bahan pengawet.

Kabid Pangan DP 4 Blora Nugraheni Wahyu Utami mengatakan, kegiatan sidak bahan pangan pasar ini dilakukan atas tindak lanjut dari pemerintah provinsi.

Sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Blora, Pasar Rakyat Sido Makmur jadi lokasi utama kegiatan pengecekan.

"Kami mengambil beberapa sample pedagang di pasar. Meliputi pedagang sayuran, daging, ikan, dan sembako," ujarnya.

"Hanya saja kami menemukan beberapa sample ikan teri dan ikan panggang yang mengandung bahan pengawet formalin," ucapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya mengambil tiga pedagang yang terlihat mencurigakan saat berjualan.

Untuk ikan teri basah itu kandungan formalinnya sebesar 2 mg/liter.

Sedangkan untuk yang ikan panggang di pasaran itu kandungan formalinnya 1 mg/liter.

"Untuk tekstur ikan yang menggunakan bahan pengawet formalin itu tanda-tandanya bisa terlihat jelas. Tidak dikerumuni lalat, warnanya cerah dan teksturnya lembut," ujarnya.

Pihaknya juga melakukan tes kandungan pestisida pada sayuran yang dijual.

Sebab, bahan pestisida juga termasuk zat yang berbahaya jika dikonsumsi oleh tubuh manusia.

"Untuk bahan pangan yang bersifat daging hanya itu saja. Untuk temuan sayuran yang banyak mengandung pestisida hanya cabai merah keriting, tomat dan seledri saja," ujarnya.  (ari/ali)

Editor : Ali Mustofa
#razia #pasar #ramadan #dinas pangan #ikan asin #blora