CEPU – Guna menunjang Kawasan Cepu Raya sebagai magnet ekonomi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora membangun kawasan Taman Budaya Cepu.
Di lokasi seluas 8 hektare itu, nantinya akan berdiri pendapa bupati, masjid agung, dan pusat kesenian.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, terlihat lokasi tersebut telah diurug dan diratakan. Selain itu, ada sepuluh pekerja. Mereka tampak sibuk membangun pondasi bangunan berbentuk persegi panjang. Di bagian depan kawasan.
Dari plang yang dipasang, terlihat biaya pembangunan taman budaya itu, menelan anggaran Rp 2.525.000.000.
Dana tersebut bersumber dari APBD Blora 2023. Waktu pelaksanaannya 120 hari. Dimulai sejak 6 Juli sampai 2 November mendatang dan dikerjakan CV Wahyu Tirto.
Prio, warga sekitar menyebut, dirinya sudah mendengar jika lokasi itu, nantinya akan menjadi kawasan Taman Budaya Cepu. Nantinya akan berdiri pendapa bupati, masjid agung, dan pusat kesenian.
Menurutnya, dengan adanya pembangunan kantor bupati dan taman budaya di Cepu, bakal punya imbas positif. Lantaran akan berdampak perkembangan wilayah. Terlebih belakangan ramai wacana pembangunan kawasan Cepu Raya.
”Artinya pembangunan kawasan itu, bisa menunjang kawasan Cepu Raya. Banyak yang tahu kalau Kecamatan Cepu ini, meski di ujung timur Blora, tapi seperti pusat kota," jelasnya.
Menurutnya, dengan adanya pendapa bupati dan pusat kesenian, akan menjadikan Cepu semakin berkembang.
Jupri, warga lain berharap, nantinya kawasan itu bukan sekadar monumen bangunan tanpa kontribusi. Ia berharap dengan adanya pendapa bupati akan membuat warga Cepu juga lebih diperhatikan.
”Harapannya nanti masyarakat bisa mudah menyampaikan masukan, kritik, dan saran, sehingga pembangunan Cepu ke depan akan lebih baik lagi," harapnya. (tos/lin)
Editor : Ali Mustofa