MAKSUD hati ingin mengubah nasib menjadi orang kaya dengan cara yang instan, justru Joko (bukan nama sebenarnya) malah jatuh miskin dan ditinggalkan oleh istrinya sebut saja Siti.
Cerita bermula saat Joko, buruh harian merasa penghasilannya tidak pernah cukup.
Penghasilannya hanya pas untuk kebutuhan makan dan kebutuhan istri. Keinginan untuk ganti motor baru pun belum terwujud.
Terlebih gaya hidup istrinya yang terbilang hedon. Karena sering jajan khususnya ke tempat-tempat yang lagi hits di sosial media.
Hampir setiap hari istrinya selalu jajan ke cafe atau resto di sekitar desa tempat tinggal mereka.
Urusan pakaian, Siti juga mewah-mewahan karena selalu belanjan pakaian di online shop hampir setiap bulan.
Setiap ada diskon, dan promo selalu kepingin untuk beli. Kalau ada model-model baju baru yang menurutnya unik dan lucu selalu dia beli.
Karena itu uang belanja yang diberikan selalu habis dan bahkan selalu kurang terus.
Melihat hal itu Joko tak bisa berbuat apa-apa. Pilihannya adalah semakin bekerja keras dan giat untuk mendapatkan penghasilan lebih.
Karena itu Joko akhirnya terjerumus ke dalam judi online. Dia sampai rela utang sana-sini untuk modal berjudi.
Kadang utang ke teman kerjanya, kadang sampai utang ke kas RT.
Lama kelamaan utangnya menumpuk, penghasilan besar yang diharapkan dari judi online tak kunjung didapat.
Joko mengalami kekalahan demi kekalahan. Utangnya pun semakin menumpuk.
Sejak saat itu dia jarang berada di rumah, karena banyak orang datang menagih utang.
Istrinya akhirnya tau kalau suaminya keliling utang.
Siti pun memilih pergi dari rumah dan kembali ke rumah orang tuanya.
"Apes benar hidupku. Semua kulakukan demi istriku tapi saat terpuruk seperti ini dia malah pergi," papar Joko.
Joko merasa menyesal terlalu memanjakan istrinya, hingga akhirnya dia sendiri yang rugi.
"Andai saja dulu tak nasehati ya mungkin tidak sampai seperti ini. Sudah punya banyak utang, istri malah minggat," sesal Joko. (aua/zen)
Editor : Ali Mustofa