Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Horor! Teror Pocong di Lasem Rembang, Begini Cerita Warga dan Polisi

V
SCREENSHOT: Tangkapan layar video viral pocong di wilayah Lasem, Rembang.
SCREENSHOT: Tangkapan layar video viral pocong di wilayah Lasem, Rembang.

REMBANG – Teror hantu pocong meresahkan warga Desa Sumbergirang, Lasem. Apalagi ditambahi bumbu video hoax. Polisi pun menggelar patroli sampai dini hari.


Advertisement

Video tentang penampakan pocong itu beredar di sosial media. Beberapa orang memberikan informasi tersebut kepada wartawan Radar Kudus.

Katanya, penampakan hantu berbalut kain mori itu dari Dukuh Kranggan, Desa Sumbergirang, Lasem.

Jawa Pos Radar Kudus mencoba mendatangi lokasi itu. Tepatnya di sekitar kebun.

Advertisement

Di situ terdapat pohon-pohon pisang dan bambu. Sekitar 15 meter ada dua rumah.

Salah satunya kediaman Tarmini, salah satu warga yang mengaku beberapa hari lalu mendengar suara ketukan pintu sekitar pukul 00.00.

Ia tak berani keluar karena sebelumnya sudah mendangar informasi pocong berkeliaran.

Advertisement

”Sekali itu notoknya. Dok (pintu diketuk satu kali,Red), begitu,” ujarnya.

Tak jauh dari rumah Tarminah, juga ada Widodo, salah satu warga lainnya yang mengaku melihat penampakan.

Saat itu hari Rabu (5/7) sekitar pukul 23.00. Ia melihat pocong nampak bergoyang-goyang. ”Nampak jelas,” katanya.

Melihat itu, ia pun memberi tahu anaknya. Dan, mencoba mengejar pocong tersebut.

Namun si pocong langsung kabur melompat-lompat menuju belakang rumah warga yang terdapat pohon pisang.

Kata Widodo, pocong itu muncul dua kali.

”Pertama kali yang melihat tetangga,” katanya. Isu ini pun membuat resah.

Widodo dan warga lainnya pun berjaga setiap malam. Sambil membawa bambu.

”Empat malam. Ya (membawa) bambu itu. Patroli,” jelasnya.

Gunawan, warga lainnya mengatakan, sampai dengan Sabtu (8/7) isu pocong itu masih berkembang di masyarakat.

Selain itu juga ditumpangi beredarnya video penampakan. Sehingga menurutnya, warga tambah terprovokasi.

”Warga nguber-nguber ada pocong, ada pocong gitu. Terus nguber pakai bendho. Itu kan mereshkan. Mungkin ada video pocong, terus warga terprovokasi,” katanya.

Polsek Lasem pun turun tangan untuk menyelidiki isu ini.

Kapolsek Lasem AKP Arif Kristiawan menjelaskan pihaknya mendapatkan informasi itu dari warga pada Kamis (6/7) sekitar pukul 21.30.

Tak hanya di Desa Sumbergirang, teror pocong ini juga terjadi di Desa Jolotundo.

”Berdasarkan informasi tersebut kami turun ke lapangan bersama rekan-rekan. Bersama warga juga melaksankan patroli,” katanya.

Pihaknya pun menyisir lokasi. Sambil mencocokkan kesesuaian tempat yang ada dalam video.

 Hasilnya, kata AKP Arif, tidak identik. Sehingga bisa dipastikan bahwa video tersebut hoax.

”Kami mengecek, setelah kami cocokkan dengan video yang beredar tidak sama,” jelasnya.

Ia menyadari, informasi tersebut menimbulkan keresahan warga. Pihaknya sudah memberikan contact person.

Apabila terjadi sesuatu bisa menyampaikan kepada polisi. Sehingga bisa dilakukan percepatan tindakan dan penanganan. (vah)

Advertisement

Artikel Terkait

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Kematian Atlet Selam Syabilla Rizkia Putri Raharja

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Kematian Atlet Selam Syabilla Rizkia Putri Raharja

Polrestabes Semarang tengah menyelidiki dugaan kelalaian dalam peristiwa meninggalnya atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja.

Keluarga Korban Tongtek Maut Datangi Polresta Pati, Desak Dua Terduga Pelaku Segera Diusut

Keluarga Korban Tongtek Maut Datangi Polresta Pati, Desak Dua Terduga Pelaku Segera Diusut

Keluarga Farel Danuarta, 18, korban meninggal dunia dalam kasus pengeroyokan yang dikenal sebagai “Tongtek Maut” di Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, mendatangi Mapolresta Pati.

Hendak Tawuran, 14 Remaja Diamankan Polisi di Kudus

Hendak Tawuran, 14 Remaja Diamankan Polisi di Kudus

Sebanyak 14 remaja diamankan jajaran Polsek Jati, Polres Kudus, karena diduga hendak terlibat aksi tawuran di Gang Permata, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kudus, Minggu (25/10/2026) dini hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer