
RADAR KUDUS – Dalam perjalanan menuju kedewasaan iman, sabar bukan sekadar sikap menahan diri.
Ia adalah fondasi dari riyadhah (latihan jiwa) dan tahzib (penjernihan hati).
Tanpa sabar, proses pembersihan jiwa tidak akan berjalan.
Baca Juga: Mengapa Banyak Orang Sulit Taubat? Ini Jawaban yang Jarang Disadari
Karena itu, sabar menjadi akar dari kekuatan spiritual yang menumbuhkan keteguhan dalam menjalani kehidupan.
Sabar lahir dari keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT.
Ilmu tentang sabar mengajarkan bahwa kehidupan manusia adalah medan perjuangan antara dua kekuatan.
Yaitu hawa nafsu dan godaan setan di satu sisi, serta akal, makrifat, dan ilham kebaikan di sisi lain.
Kedua pasukan ini terus berhadapan di dalam diri manusia.
Orang yang mampu menundukkan dorongan nafsu dan memenangkan suara kebaikan, sejatinya sedang memenangkan pertempuran besar dalam dirinya.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh.” (QS. Fathir: 6)



