Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Sabar Disebut Senjata Orang Beriman? Ini Jawabannya

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Ilustrasi keutamaan sabar (Foto: Getty Images/iStockphoto/FOTOKITA)
Ilustrasi keutamaan sabar (Foto: Getty Images/iStockphoto/FOTOKITA)

Advertisement

RADAR KUDUS – Dalam perjalanan menuju kedewasaan iman, sabar bukan sekadar sikap menahan diri.

Ia adalah fondasi dari riyadhah (latihan jiwa) dan tahzib (penjernihan hati). 

Tanpa sabar, proses pembersihan jiwa tidak akan berjalan.

Karena itu, sabar menjadi akar dari kekuatan spiritual yang menumbuhkan keteguhan dalam menjalani kehidupan.

Sabar lahir dari keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT.

Advertisement

Ilmu tentang sabar mengajarkan bahwa kehidupan manusia adalah medan perjuangan antara dua kekuatan.

Yaitu hawa nafsu dan godaan setan di satu sisi, serta akal, makrifat, dan ilham kebaikan di sisi lain.

Kedua pasukan ini terus berhadapan di dalam diri manusia.

Orang yang mampu menundukkan dorongan nafsu dan memenangkan suara kebaikan, sejatinya sedang memenangkan pertempuran besar dalam dirinya.

Allah SWT berfirman:  “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh.” (QS. Fathir: 6)

Advertisement

Artikel Terkait

Ikhlas Tanpa Mengharap Balasan Manusia, Mungkinkah? Ini Jawabannya

Ikhlas Tanpa Mengharap Balasan Manusia, Mungkinkah? Ini Jawabannya

Ikhlas bukan berarti menjauh dari kehidupan sosial. Justru kita tetap hidup berdampingan, berbuat baik, menghormati, dan menjaga hubungan dengan sesama. 

Hidup Sebenarnya Murah, Tapi Keinginan Membuatnya Mahal

Hidup Sebenarnya Murah, Tapi Keinginan Membuatnya Mahal

Pada hakikatnya, kebutuhan dunia sangat ditentukan oleh keinginan manusia. Ketika keinginan kecil, kebutuhan terasa sederhana. Namun saat keinginan membesar, kebutuhan pun ikut membengkak.

Mengapa Hati Tenang Setelah Berdoa? Ini Penjelasan Spiritualnya

Mengapa Hati Tenang Setelah Berdoa? Ini Penjelasan Spiritualnya

Doa menjadi bahasa universal jiwa manusia ketika menghadapi rasa takut, harapan, penyesalan, hingga rasa syukur.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer