KUDUS – Kemendikbudristek baru-baru ini mengumumkan, tak ada lagi kelas MIPA, IPS dan Bahasa di tingkat SMA.
Hal ini berlaku sejak menggunakan Kurikulum Merdeka. Namun, beberapa sekolah sudah menerapkan sistem tersebut.
Seperti SMA Negeri 1 Kudus, sekitar dua tahun ini sudah menerapkan tanpa ada jurusan MIPA, IPS dan Bahasa.
Kepala SMA Negeri 1 Kudus Sudhiharto, mengatakan siswa kelas XI penjurusannya memilih matapelajaran (mapel) yang disukai.
”Sekarang ini menjadi kelas biasa, tidak kelas MIPA, IPS dan SMA. Kalau di SMA Negeri 1 Kudus paling banyak dipilih mapel biologi, kemudian tahun lalu matematika ada dua kelas. Ya, semenjak Kurikulum Merdeka diterapkan ke SMA, kami langsung menerapkannya,” ujarnya.
SMA 1 Kudus, kata dia, menerapkan pemilihan mapel sudah tahun lalu. Siswa SMA 1 Kudus mulai kelas XI sudah menentukan mapel yang dipilih.
”Pilihan diserahkan ke siswa memilih mapel apapun. Itu sesuai dengan bakat dan minat siswa,” kata Sudiharto.
Ditempat terpisah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Wilayah III Dheas menambahkan, sebenarnya dihapuskannya jurusan IPA, IPS dan Bahasa ini sudah diinformasikan sejak ada Kurikulum Merdeka.
”Mungkin, ini dipertegas kembali Kemendikbudristek dan harus diterapkan seluruh SMA. Kurikulum Merdeka membebaskan siswa memilih sesuai dengan bakat," ungkapnya.
"Dan, pilihan tersebut sebetulnya menentukan jenjang selanjutnya. Khususnya perguruan tinggi, masuk Akmil, Akpol dan lainnya,” jelasnya.
Dheas mengatakan, rata-rata sekolah sudah menerapkan program tersebut.
Namun, kendalanya, masih ada beberapa jurusan di perguruan tinggi mensyarakatkan jurusan IPA, IPS dan Bahasa tersebut.
Contohnya, masuk pelayaran ada persyaratan waktu SMA ambil jurusan MIPA.
Menurut Dheas, ini masih perlu ada kajian dari pemerintah pusat. Ada korelasi dengan tingkatan selanjutnya.
”Ya sudah tidak ada penjurusan, berarti masuk ke jenjang berikutnya harus disesuaikan. Ini yang masih menjadi PR bersama,” ungkapnya.
Ia kembali menegaskan, Kurikulum Merdeka sekarang sudah tidak ada MIPA atau IPS atau Bahasa karen anak-anak, memilih mapel sesuai dengan minat, bakat, dan sumber daya yang tersedia di sekolah. (san/him)
Editor : Ali Mustofa