Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SNBP 2026 UGM: Daya Tampung dan Acuan Daftar, Ada Jurusan yang Sepi Peminat

Z
Penulis: Zakarias Fariury❯
Logo UGM
Logo UGM

RADAR KUDUS - Menjelang pembukaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, calon mahasiswa mulai menyusun strategi untuk menembus universitas papan atas, salah satunya Universitas Gadjah Mada (UGM).


Advertisement

Bagi pendaftar yang mengutamakan peluang kelulusan, mencermati program studi (prodi) dengan tingkat kompetisi rendah atau "sepi peminat" bisa menjadi kunci keberhasilan.

Berdasarkan analisis data peminat SNBP tahun 2024 dan daya tampung tahun 2025 yang dihimpun dari portal resmi, terdapat sejumlah prodi jenjang Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan (D4) yang memiliki jumlah pelamar relatif sedikit.

Advertisement

Rumpun sains, pertanian, hingga sastra menjadi bidang yang menawarkan peluang lebih longgar dibandingkan prodi populer seperti Kedokteran atau Manajemen.

Daftar Prodi S1 dan D4 dengan Kompetisi Rendah di UGM

Berikut adalah daftar program studi yang dapat dijadikan acuan strategis bagi calon mahasiswa pada SNBP 2026:

Rumpun Pertanian dan Perikanan:

  • Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian: Tercatat hanya diminati 56 orang untuk 9 kursi.

  • Teknologi Hasil Perikanan: 63 peminat dengan daya tampung 23 kursi.

  • Manajemen Sumberdaya Akuatik: 72 peminat untuk 23 kursi.

  • Akuakultur: 77 peminat untuk 23 kursi.

  • Proteksi Tanaman: 83 peminat untuk 23 kursi.

  • Mikrobiologi Pertanian: 92 peminat untuk 11 kursi.

  • Ilmu Tanah: 98 peminat untuk 23 kursi.

  • Agronomi: 133 peminat untuk 24 kursi.

Rumpun Sains dan Teknik:

  • Fisika: Hanya 97 pelamar untuk 21 kursi.

  • Teknik Sumber Daya Air: 98 peminat untuk 15 kursi.

  • Geofisika: 109 peminat untuk 21 kursi.

  • Elektronika dan Instrumentasi: 145 peminat untuk 27 kursi.

  • Teknik Pertanian: 141 peminat untuk 27 kursi.

Rumpun Sosial, Bahasa, dan Kesehatan:

  • Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa: 69 peminat untuk 14 kursi.

  • Sejarah: 73 peminat untuk 15 kursi.

  • Pembangunan Wilayah: 116 peminat untuk 24 kursi.

  • Higiene Gigi: 129 peminat untuk 17 kursi.

  • Bahasa dan Kebudayaan Jepang: 141 peminat untuk 27 kursi.

Vokasi (D4):

  • Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol: 89 peminat untuk 22 kursi.

  • Teknologi Rekayasa Elektro: 116 peminat untuk 22 kursi.

Membaca Peluang Melalui Data

Tren "sepi peminat" pada jurusan-jurusan di atas bukan menunjukkan rendahnya kualitas pendidikan di UGM, melainkan sering kali disebabkan oleh kurangnya literasi calon mahasiswa terhadap prospek karier di bidang tersebut.

Advertisement

Sebagai contoh, prodi Fisika dan Geofisika yang memiliki pelamar di bawah angka 110 orang sebenarnya memiliki peran krusial dalam industri energi dan teknologi.

Memilih jurusan ini di pilihan pertama dapat meningkatkan probabilitas kelulusan secara signifikan dibandingkan bersaing di jurusan dengan ribuan peminat. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Pesta Gol di Jatinangor: ITB Dibantai 12-0 oleh STKIP Pasundan Cimahi di UniLeague

Pesta Gol di Jatinangor: ITB Dibantai 12-0 oleh STKIP Pasundan Cimahi di UniLeague

ITB menelan kekalahan telak 0-12 dari STKIP Pasundan Cimahi dalam lanjutan UniLeague Regional Bandung. Hasil ini semakin mengukuhkan dominasi STKIP Pasundan di puncak klasemen sementara musim ini.

Bantah Isu 'Bisa Bayar Pasti Lolos', Rektor ITB Sebut Seleksi Mandiri Justru Punya Passing Grade Lebih Tinggi dari UTBK

Bantah Isu 'Bisa Bayar Pasti Lolos', Rektor ITB Sebut Seleksi Mandiri Justru Punya Passing Grade Lebih Tinggi dari UTBK

jalur mandiri di ITB yang kini dikenal sebagai Seleksi Siswa Unggul (SSU) tidak didasarkan pada kemampuan calon mahasiswa membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) maupun Iuran Pengembangan Institusi (IPI).

Wakil Rektor ITB Raih Penghargaan Bergengsi dari Prancis atas Kontribusi di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

Wakil Rektor ITB Raih Penghargaan Bergengsi dari Prancis atas Kontribusi di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Andryanto Rikrik Kusmara, menerima penghargaan Chevalier dans l’Ordre des Palmes Académiques dari Pemerintah Repub

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer