Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh! Produktivitas Pertanian Tebu di Pati Terancam Menurun, Ini Penyebabnya

Achmad Ulil Albab • Sabtu, 28 Desember 2024 | 00:32 WIB
LEWAT: Satu unit truk sedang mengangkut hasil panen tebu beberapa waktu lalu saat musim giling tiba.
LEWAT: Satu unit truk sedang mengangkut hasil panen tebu beberapa waktu lalu saat musim giling tiba.

PATI – Kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian tebu menjadi tantangan serius bagi petani di Kabupaten Pati.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengancam keberlanjutan komoditas tebu yang selama puluhan tahun menjadi penggerak roda ekonomi daerah.

Ketua DPC Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Wilayah Kerja PG Trangkil, Kamari, menyatakan bahwa kelangkaan tenaga kerja harus segera diatasi dengan memanfaatkan mekanisasi pertanian.

"Optimalisasi alat mekanisasi menjadi solusi utama untuk menggantikan tenaga kerja yang semakin langka," ujarnya pada Jumat (27/12).

Kamari, yang juga anggota DPRD Kabupaten Pati, berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mendukung pengembangan alat-alat mekanisasi yang lebih canggih untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

"Kemarin sudah ada inovasi mekanisasi dari PG Trangkil. Kami harap ke depannya akan lebih banyak alat serupa. Selain itu, gerakan petani tebu milenial juga perlu didorong untuk memastikan keberlanjutan sektor ini," tambahnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pati mengungkapkan adanya penurunan signifikan dalam minat masyarakat terhadap pertanian.

Berdasarkan Sensus Pertanian 2023, jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) menurun sebesar 15,28 persen dibandingkan 2013, dari 268 ribu menjadi hanya 191 ribu.

Penurunan ini menunjukkan semakin berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian, termasuk di bidang tebu.

Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk menarik minat generasi muda menjadi petani sekaligus mendorong inovasi di sektor pertanian.

"Peran aktif pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian tebu. Dengan mekanisasi yang optimal dan keterlibatan petani muda, produksi tebu di Pati dapat terus ditingkatkan," pungkas Kamari.

Kelangkaan tenaga kerja di sektor tebu ini menjadi pengingat bahwa modernisasi pertanian merupakan langkah tak terelakkan untuk menghadapi tantangan di masadepan. (aua/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#Tebu #pati #petani #produktivitas #Menurun