RADAR KUDUS - Persiku Kudus tidak datang ke Palu untuk bertahan. Mereka hadir dengan rencana jelas—menekan lebih dulu, menguasai momentum, lalu mematikan lawan secara perlahan.
Semua itu terwujud di Stadion Gawalise, Senin (12/1), ketika Macan Muria menundukkan Persipal Palu dengan skor telak 4-1 dalam lanjutan Pegadaian Championship.
Nama Igor Costa kembali menjadi pusat perhatian. Penyerang asal Brasil itu mencetak hattrick dan sekali lagi membuktikan bahwa dirinya bukan hanya mesin gol, tetapi poros permainan yang mengubah arah laga.
Namun kemenangan Persiku kali ini bukan cerita satu orang. Ini adalah kisah tim yang tampil matang di laga tandang yang dikenal sulit.
Baca Juga: FULL TIME Persipal 1 vs 4 Persiku: Igor Costa Hattrick, Semakin Tak Terkejar jadi Top Skor Liga 2
Tekanan Awal, Gol Cepat
Sejak peluit awal, Persiku langsung mengambil alih kendali. Garis permainan dinaikkan, aliran bola dibangun dari lini tengah, dan Igor Costa dijadikan titik tumpu serangan. Strategi itu bekerja cepat.
Menit ke-12, Persiku membuka keunggulan. Imam Bagus—rekrutan anyar—menunjukkan visi bermainnya lewat umpan terukur yang memotong pertahanan Persipal.
Igor Costa menyambutnya dengan penyelesaian sederhana namun mematikan. Skor berubah 0-1, dan tekanan mental langsung berpindah ke kubu tuan rumah.
Gol tersebut membuat Persiku semakin percaya diri. Mereka tidak buru-buru menambah gol, tetapi tetap menjaga intensitas dan disiplin posisi.
Baca Juga: Hattrick Igor Costa Antar Persiku Kudus Menang Telak 4-1 di Palu
Pertahanan Kokoh, Persipal Frustrasi
Tertinggal satu gol, Persipal Palu mencoba bangkit dengan memaksimalkan sisi sayap. Serangan diarahkan ke kanan pertahanan Persiku, berharap menemukan celah. Namun rencana itu berulang kali kandas.
Dua bek anyar Persiku, Ifan Nandan dan Claudio, tampil solid. Mereka tak hanya mematahkan serangan, tetapi juga cepat mengalirkan bola kembali ke depan. Setiap upaya Persipal selalu berujung pada kebuntuan.
Imam Bagus kembali mencuri perhatian lewat pergerakan tanpa bola. Ia sempat lolos dari kawalan bek Persipal dan nyaris menciptakan peluang berbahaya, meski belum berbuah gol tambahan.
Hingga jeda turun minum, Persiku tetap unggul 0-1. Skor tipis, tetapi kontrol permainan sepenuhnya berada di tangan tim tamu.
Babak Kedua: Persiku Naikkan Tempo
Memasuki babak kedua, Persiku tidak mengendur. Anak asuh Bambang—yang terlihat menuntut agresivitas sejak pinggir lapangan—langsung meningkatkan tempo permainan.
Tekanan itu membuahkan hasil pada menit ke-62. Skema serangan dari sisi sayap menghasilkan bola liar di kotak penalti.
Igor Costa, yang lolos dari pengawalan, kembali menunjukkan insting predatornya. Tanpa ragu, ia menceploskan bola dan membawa Persiku unggul 0-2.
Gol ini menjadi titik balik yang membuat Persipal semakin tertekan.
Baca Juga: Update Skor Persipal Palu vs Persiku Kudus: Bhima Wibnu Cetak Gol, Rensi Ambil Penalti, Skor 3-1
Bhima Wibnu dan Kedalaman Skuad
Hanya berselang lima menit, Persiku kembali menghukum tuan rumah. Berawal dari situasi bola mati, Anam Jr mengirim umpan panjang yang akurat. Bhima Wibnu—yang masuk sebagai pemain pengganti—menyambutnya dengan penyelesaian bersih.
Gol menit ke-67 itu membawa Persiku unggul 0-3. Lebih dari sekadar tambahan angka, gol Bhima menegaskan kedalaman skuad Persiku. Mereka tidak bergantung pada satu nama.
VAR dan Penalti: Momen Uji Mental
Saat laga tampak berjalan satu arah, drama hadir di menit ke-78. Kesalahan antisipasi kiper Persiku, Nuri Agus, berujung pelanggaran di kotak penalti. Wasit sempat menghentikan laga untuk meninjau VAR.
Setelah pengecekan, penalti diberikan. Rendi Saputra menjalankan tugasnya dengan tenang. Skor berubah menjadi 1-3, dan publik Gawalise sempat kembali bergairah.
Namun Persiku tidak goyah. Mereka menurunkan tempo, menjaga jarak antar lini, dan mematikan ruang gerak Persipal.
Hattrick Penutup, Tanda Kedewasaan
Di masa tambahan waktu, Igor Costa kembali berbicara. Lewat pergerakan cerdas, ia mengecoh bek Persipal sebelum melepaskan sepakan pelan yang menipu kiper. Gol di menit 90+11 itu melengkapi hattrick—dan menutup seluruh cerita pertandingan.
Skor akhir 1-4 menjadi refleksi ketimpangan efektivitas kedua tim.
Lebih dari Tiga Poin
Kemenangan ini membawa Persiku Kudus mengoleksi 11 poin dan menyamai perolehan Persiba Balikpapan. Sementara Persipal Palu masih tertahan di dasar klasemen dengan enam poin.
Namun yang paling penting, Persiku menunjukkan identitas baru: berani di laga tandang, efisien dalam menyerang, dan tenang saat unggul.
Igor Costa memang menjadi headline, tetapi fondasi kemenangan terletak pada organisasi tim yang rapi.
Jika performa seperti ini terus dijaga, Persiku Kudus bukan lagi sekadar penggembira. Mereka adalah ancaman nyata di Pegadaian Championship musim ini.
Editor : Mahendra Aditya