RADAR KUDUS - Persiku Kudus membawa cerita penting dari Stadion Galawise, Palu. Bukan sekadar keunggulan skor, tetapi juga sinyal bahwa perombakan skuad mereka mulai bekerja. Pada laga lanjutan Liga 2 Championship, Senin (12/1/2026) sore, Macan Muria menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas tuan rumah Persipal Palu—hasil yang lahir dari kombinasi agresivitas lini depan dan debut solid pemain anyar di sektor belakang.
Gol tunggal Persiku dicetak Igor Costa pada menit ke-13. Namun sorotan laga tidak berhenti pada pencetak gol. Nama Jaimerson, bek kiri yang baru diperkenalkan beberapa jam sebelum kick-off, justru menjadi salah satu kunci mengapa Persiku mampu tampil tenang di laga tandang yang dikenal sulit.
Gol Cepat, Pesan Tegas
Sejak menit awal, Persiku menunjukkan niat untuk tidak bermain aman. Mereka menekan lebih dulu, memaksa Persipal Palu bertahan di wilayah sendiri. Tekanan itu berbuah hasil ketika Imam Bagus mengirim umpan matang dari sisi kanan, yang diselesaikan Igor Costa dengan sentuhan terukur. Skor 0-1 untuk tim tamu.
Gol tersebut bukan hanya membuka keunggulan, tetapi juga mengubah peta permainan. Persiku tampil semakin percaya diri, sementara Persipal mulai tertekan oleh ritme cepat yang dibangun tim tamu.
Igor Costa Aktif, Persipal Terdesak
Setelah gol pembuka, Igor Costa kembali menjadi ancaman utama. Pada menit ke-27, striker asal Brasil itu nyaris menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Persipal. Ia berhasil membawa bola hingga ke depan gawang, namun sepakan akhirnya masih mampu ditepis kiper Rexy.
Tekanan Persiku berlanjut. Kemelut di depan gawang Persipal terjadi pada menit ke-29, saat Imam Bagus menerima umpan terobosan. Sayangnya, penyelesaian akhirnya masih terlalu lemah. Satu menit berselang, Persiku kembali hampir mencetak gol lewat situasi bola mati, namun sepakan Imam Bagus masih melebar tipis.
Statistik peluang di babak pertama memperlihatkan dominasi Persiku, meski keunggulan mereka masih tipis di papan skor.
Debut Jaimerson, Efek Langsung di Lini Belakang
Salah satu cerita paling menarik dari babak pertama adalah debut Jaimerson. Bek kiri eks Liga 1 ini langsung dipercaya tampil sejak menit awal, meski baru diresmikan pada hari pertandingan.
Keputusan pelatih terbukti tepat. Jaimerson tampil disiplin, rapi dalam membaca pergerakan lawan, dan berani memenangi duel. Beberapa kali ia memutus alur serangan Persipal dari sisi kanan, membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan.
Kehadiran Jaimerson memberi ketenangan ekstra bagi lini pertahanan Persiku. Transisi bertahan menjadi lebih solid, dan koordinasi antarpemain terlihat lebih terorganisasi dibanding laga-laga sebelumnya.
Persipal Mencoba Bangkit di Akhir Babak
Menjelang akhir babak pertama, Persipal Palu mencoba keluar dari tekanan. Peluang terbaik mereka datang di masa tambahan waktu lima menit, saat kesalahan kontrol Dheo Budi hampir dimanfaatkan Risqki. Namun, kiper Persiku, Nuri Agus, tampil sigap dan mengamankan bola dengan tenang.
Situasi tersebut sempat memicu ketegangan di lapangan. Gesekan antara Dheo Budi dan Risqki berujung kartu kuning untuk pemain Persipal, menutup babak pertama dengan tensi yang meningkat.
Hingga peluit turun minum dibunyikan, skor 0-1 tetap bertahan untuk keunggulan Persiku Kudus.
Lebih dari Sekadar Skor
Keunggulan Persiku di babak pertama bukan sekadar hasil dari satu momen. Ini adalah gambaran perubahan pendekatan: lebih agresif sejak awal, lebih berani bermain keluar kandang, dan lebih stabil di lini belakang.
Debut Jaimerson menjadi simbol arah baru Persiku—tim yang tak lagi ragu menaruh kepercayaan pada pemain berpengalaman untuk memperkuat fondasi permainan. Jika konsistensi ini terjaga, Persiku bukan hanya pesaing, tetapi juga ancaman serius di fase lanjutan Liga 2 Championship.
Babak Kedua Jadi Ujian Mental
Keunggulan satu gol tentu belum aman. Persipal Palu dipastikan akan tampil lebih menekan di babak kedua, terutama dengan dukungan publik Galawise. Persiku harus menjaga fokus, disiplin, dan efisiensi dalam memanfaatkan peluang.
Namun satu hal sudah jelas sejak 45 menit pertama: Persiku Kudus datang ke Palu bukan untuk bertahan. Mereka datang dengan rencana—dan sejauh ini, rencana itu berjalan.
Editor : Mahendra Aditya