Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gus Yusuf Off dari PKB, Fokus Pengembangan Pesantren dan Pendidikan Umat

Ali Mustofa • Rabu, 11 Februari 2026 | 14:56 WIB
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhammad Yusuf Chudlory atau Gus Yusuf. (Istimewa)
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhammad Yusuf Chudlory atau Gus Yusuf. (Istimewa)

RADAR KUDUS – Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhammad Yusuf Chudlory atau yang akrab disapa Gus Yusuf memutuskan menarik diri dari aktivitas politik.

Ia memilih untuk mengabdikan diri secara penuh sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.

Sebelumnya, Gus Yusuf mengemban dua posisi strategis di tubuh PKB, yakni sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah serta Ketua Bidang Pendidikan dan Pesantren Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Namun kini, seluruh jabatan tersebut resmi dilepaskannya.

Baca Juga: Kasus Korupsi Ekspor CPO, Kejagung Bongkar Rekayasa Klasifikasi Komoditas, 11 Orang Jadi Tersangka

“Saya off, tidak lagi aktif di struktur, baik di DPW maupun DPP PKB. Saya ingin kembali fokus menata pesantren,” ujar Gus Yusuf kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

Ia menegaskan, keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan yang matang.

Keinginan untuk kembali mengembangkan pesantren muncul sebagai bentuk pengabdian kepada umat dan kontribusi jangka panjang bagi bangsa.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia serta kehidupan keagamaan masyarakat.

Gus Yusuf menyampaikan bahwa meskipun tidak lagi terlibat langsung dalam politik praktis, dirinya tetap dapat berkontribusi bagi negara melalui pengembangan pendidikan berbasis pesantren.

Ia mengungkapkan, rencana mundur dari kepengurusan PKB sebenarnya telah dipersiapkan jauh sebelum pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Jawa Tengah pada akhir Januari 2026.

Baca Juga: Pisahkan Modal Usaha dengan Uang Pribadi

Dalam forum tersebut, Sarif Abdillah yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah ditetapkan sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah periode 2026–2031.

Keputusan pengunduran diri itu juga telah disampaikan kepada Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Meski sempat diminta untuk tetap bertahan, Gus Yusuf tetap memilih mundur demi fokus pada pengembangan pesantren.

“Cak Imin terus terang sempat menahan agar saya tidak berhenti,” ungkapnya.

Meski demikian, Gus Yusuf menegaskan tetap memiliki kedekatan dan tanggung jawab moral terhadap PKB.

Ia memandang partai tersebut lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), sehingga dirinya merasa tetap berkewajiban mengawal perjalanan partai ke depan.

Baca Juga: Beroperasi Lebih dari 10 Tahun, Warung Miras dan Karaoke di Jepara Jadi Sorotan Usai Tragedi Enam Korban Tewas

Ke depan, selain mengelola Pondok Pesantren API Tegalrejo, Gus Yusuf berencana mengembangkan berbagai program pendidikan.

Di antaranya pendirian ma’had aly sebagai lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren serta pengawalan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pesantren di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun ini.

Gus Yusuf menyebut saat ini terdapat banyak program pengembangan pesantren yang membutuhkan perhatian penuh, termasuk pembangunan lembaga pendidikan baru dan penguatan sistem pendidikan keagamaan.

Karena itu, ia memilih menanggalkan aktivitas politik agar dapat berkonsentrasi sepenuhnya pada pengelolaan pesantren.

Ia juga menilai sistem kaderisasi di PKB telah berjalan dengan baik.

Selama memimpin DPW PKB Jawa Tengah sejak 2012 hingga masa kepengurusannya berakhir pada 29 Januari 2026, ia mengaku telah menyiapkan sistem organisasi dan kaderisasi yang kuat di berbagai daerah.

Menurutnya, banyak kader potensial PKB di Jawa Tengah yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan.

Hal tersebut membuatnya optimistis PKB akan terus berkembang dan menjadi kekuatan politik yang besar di masa depan.

Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini: Turun, Buyback Jadi Rp2,741 Juta per Gram

Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Jawa Tengah periode 2026–2031, Sukirman, menyampaikan bahwa pihaknya menghormati keputusan Gus Yusuf.

Ia menyebut Gus Yusuf dipercaya mengemban tugas penting terkait pengembangan pesantren sebagai amanat para kiai.

Pihaknya juga berkomitmen melanjutkan capaian kepemimpinan Gus Yusuf, termasuk peningkatan perolehan kursi DPRD serta penguatan kader PKB yang kini banyak menduduki posisi kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Adapun susunan pengurus DPW PKB Jawa Tengah periode 2026–2031 meliputi Ketua Dewan Syuro KH Munif Zuhri, Sekretaris Dewan Syuro Mahsun, Ketua Dewan Tanfidz Sarif Abdillah, Sekretaris Sukirman, serta Bendahara Deni Septifian.

Editor : Ali Mustofa
#pesantren #pendidikan #nahdlatul ulama #gus yusuf #pkb