RADAR KUDUS - Rebo Wekasan jatuh pada Rabu, 13 September 2023 atau 28 Safar 1445 Hijriah.
Rebo Pungkasan atau Rebo Wekasan merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, Sunda, dan Madura.
Rebo Wekasan dipercaya sebagai sumber datangnya penyakit dan marabahaya.
Lalu apa itu Rebo Wekasan? Apa saja tradisi yang dilakukan saat Rebo Wekasan?
Apa itu Rabu Wekasan?
Rebo dalam bahasa Jawa adalah hari Rabu, sedangkan Wekasan artinya terakhir.
Dikutip dari beberapa sumber, Rabu Pungkasan atau Rebo Wekasan merupakan istilah Jawa yang merujuk pada tradisi yang dilakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Islam.
Rabu Wekasan dianggap menjadi hari paling sial sepanjang tahun.
Sehingga perlu dilakukan ritual untuk memohon perlindungan pada Allah.
Rebo Wekasan merupakan hasil perpaduan kearifan lokal dengan nilai-nilai agama Islam.
Tradisi Rebo Wekasan yang merupakan tradisi Jawa dilakukan dengan ritual keagamaan Islam.
Tradisi yang dilakukan saat Rebo Wekasan
Tradisi Rebo Wekasan dilakukan dengan cara beragam di Indonesia.
Hal itu tergantung pada masing-masing daerah.
Beberapa tradisi Rebo Wekasan dari berbagai wilayah Indonesia meliputi:
1. Sholat Tolak Bala
Pada setiap hari Rabu dalam bulan Safar (menurut penanggalan Jawa), masyarakat akan berkumpul di masjid atau tempat ibadah.
Disana mereka akan bersama-sama melakukan sholat tolak bala.
Meskipun dasar dari sholat tolak bala adalah unsur-unsur agama Islam, dalam pelaksanaannya terkadang mencerminkan nuansa lokal yang khas di berbagai daerah.
Ritual yang dilakukan adalah shalat dengan empat rakaat.
Setiap rakaat, setelah membaca surat Al-Fatihah, diikuti dengan membaca surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali, surat Al-Ikhlas sebanyak 5 kali.
Lalu, surat Al-Falaq dan surat An-Naas masing-masing sekali.
Ritual ini ditutup dengan membaca doa setelah salam sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keamanan.
2. Selamatan
Tradisi selanjutnya yang dilakukan saat Rebo Wekasan adalah selamatan atau perayaan syukuran.
Tradisi ini lebih cenderung beragam sesuai dengan budaya daerahnya.
Tetapi, tujuan utamanya adalah berdoa meminta dijauhkan dari malapetaka.
Biasanya dilakukan perjamuan bersama dengan makanan tradisional.
Ada juga yang melemparkan hasil panen ke laut atau ada orang lain yang membagikan hasil pertanian melimpah kepada masyarakat sekitar.
3. Puasa Tolak Bala
Puasa Rebo Wekasan sering disebut dengan puasa tolak bala.
Meskipun sebenarnya ibadah dengan niat Rebo Wekasan tidak diperbolehkan dalam syariat Islam.
Tetapi masyarakat cenderung melakukan puasa ini dengan tujuan mengharap perlindungan.
Setelah menjalankan ibadah puasa atau sholat tolak bala, dianjurkan untuk memanjatkan doa sapu jagat untuk tolak bala.
Pelaksanaan ibadah tanpa dasar syariat Islam dianggap tidak sah.
Tetapi masyarakat merasa perlu menjaga warisan budaya ini.
Editor : Dzikrina Abdillah