KUDUS – Upaya menyelamatkan generasi muda dari risiko kesehatan reproduksi terus digencarkan.
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Semarang menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja bertema “Kenali dan Sayangi Dirimu, Menyambut Masa Depan yang Gemilang” di SMA Negeri 1 Kudus, Kamis (26/2).
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi adalah organisasi profesi yang mewadahi seluruh dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Indonesia, berdiri tahun 1954 di Jakarta, saat ini tumbuh menjadi jejaring nasional dengan lebih dari 5.600 dokter Sp.OG aktif yang tersebar di 36 cabang provinsi. POGI bukan hanya organisasi profesi, tetapi sebuah gerakan penjaga martabat perempuan.
Gerakan SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia) menjembatani ilmu kedokteran dengan pendekatan sosial, pendidikan dan komunitas, sehingga pesan dan layanan kesehatan perempuan dapat menjangkau sekolah, tempat kerja, rumah ibadah, media, serta ruang ruang publik di Indonesia
Kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja ini diikuti sekitar 110 siswa kelas X dan XI, sekaligus membuka sesi konsultasi kesehatan bagi para peserta.
Ketua POGI Cabang Semarang, dr. Edi Wibowo Ambari, Sp.OG, Subsp.Onk menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral organisasi dokter kebidanan dan kandungan dalam menjaga generasi penerus bangsa.
Menurutnya, masa remaja merupakan fase peralihan yang rentan terhadap berbagai pengaruh, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.
“Tujuan kami jelas, ikut menyelamatkan perempuan Indonesia. Remaja ini calon ibu dan calon orang tua. Kalau mereka kurang wawasan, bisa merugikan diri sendiri, terutama terkait kesehatan reproduksi,” ujarnya.
Ia juga menyinggung fenomena pernikahan usia dini yang masih terjadi di sejumlah daerah, termasuk yang ia dengar di Kudus.
Dr. Edi menambahkan, karakter Generasi Z yang memiliki rasa ingin tahu tinggi perlu diimbangi dengan informasi yang benar.
“Kami ingin mereka tidak salah mengambil kesimpulan. Harapannya, pengetahuan ini bisa mengubah pola hidup ke arah yang lebih sehat, menjaga sistem reproduksi, dan kelak menjadi orang tua yang baik,” imbuhnya.
Dalam sesi materi, dr. Bayu Agung, Sp.OG memaparkan pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, mengenali jenis-jenis penyakit menular seksual, serta langkah preventif untuk menjaga kesehatan reproduksi, khususnya bagi remaja laki-laki.
Ia menekankan bahwa kesehatan reproduksi bukan hanya tanggung jawab perempuan, tetapi juga laki-laki.
Sementara itu, dr. Trubus Sengsempurno, Sp.OG menjelaskan secara terbuka dan edukatif mengenai proses menstruasi, mimpi basah, hingga risiko hubungan seksual pranikah.
Ia mengingatkan bahwa perilaku seksual berisiko dapat memicu kehamilan tidak diinginkan yang berujung pada praktik aborsi dan berdampak serius pada kesehatan.
“Kehamilan yang sehat membutuhkan kondisi laki-laki dan perempuan yang sama-sama sehat. Bahkan pola makan pun dapat memengaruhi keseimbangan hormon,” jelasnya.
Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 1 Kudus, Nur Afifuddin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai edukasi kesehatan reproduksi sangat penting bagi siswa kelas X dan XI yang sedang berada pada masa pertumbuhan dan pencarian jati diri.
“Kami sangat berterima kasih. Semoga pengetahuan ini membuat siswa lebih berhati-hati dalam bergaya hidup,” tuturnya.
Salah satu peserta, Hilwa Nailil Hana dari kelas X E9, mengaku senang mendapat wawasan baru tentang kesehatan reproduksi.
Ia menyebut materi seperti ini belum ia peroleh secara mendalam di sekolah karena masih duduk di kelas X.
“Saya senang karena jadi tahu lebih banyak. Mungkin nanti di kelas XI saat pelajaran biologi akan lebih detail, tapi hari ini sangat membantu,” ungkapnya antusias. (dik)
Editor : Zainal Abidin RK